News

Kelurga Korban Sebut Sopir Tancap Gas Padahal Sempat Diminta Berhenti

Serang, – Sopir odong-odong sempet diperingatkan bahwa ada kereta api yang akan melintas oleh penumpang sebelum terjadi insiden kecelakaan maut yang melibatkan odong-odong dengan kereta api Merak-Rangkasbitung di perlintasan Silebu Toplas, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

“Si sopir gak mau berhenti lurus aja kata ponakan (korban selamat) ada kereta bablas aja,” kata keluarga salah satu korban selamat Arif, Selasa (26/7/2022).

1. Sopir injak gas saat kereta melintas

Disampaikan Arif, berdasarkan pengakuan keponakannya tersebut, sopir mengendarai odong-odong dengan kecepatan tinggi mengejar kendaraan odong-odong yang lain di depannnya.

“Kan di depan ada dua odong-odongnya ngejar. Gak keliatan kena lah yg belakang. Palang pintu gak ada,” katanya.

2. Rombongan ibu dan anak hanya keliling jalan-jalan

Sementara, RT Cibetik warga yang menjadi korban jiwa mengatakan, sejumlah rombongan yang menaiki odong-odong itu mayoritas terdiri dari ibu-ibu dan anak balita. Hanya ingin jalan-jalan keliling menghibur anak dan cucu.

“Tujuannya jalan jalan doang sampai ngemong cucu-cunya nya dikenakan tarif kan omprengan biasa,” katanya.

3. Akan larang warga kampungnya naik odong-odong lagi

Atas adanya insiden tersebut, pihaknya akan melarang operasional odong-odong di kampungnya karena dinilai rawan kecelakaan dan tidak mengedepankan unsur keselamatan penumpang.

“Harapan kami agar pemerintah melihat odong odong tidak layak ngacak kudu ditertibkan. Di kampung saya di kasih arahan (gak boleh),” katanya.

Diketahui sebanyak 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Adapun 9 korban tewas dibawa ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranagara (RSDP) Serang.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *