HeadlineNews

Korban Banjir di Lebak Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai Demi Dapat Bantuan

LEBAK – Lantaran terisolir, warga Kampung Buluheun, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedok harus bertaruh mempertaruhkan nyawanya menyebrang sungai Ciberang untuk mendapatkan bantuan logistik makanan.

Satu-satunya jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Kampung Cikomara ke Buluheun terputus diterjang banjir bandang pada Rabu (1/1) kemarin.

1. Warga sebrangkan logistik di sungai hanya bermodalkan tali tambang

Dengan bermodalkan tali tambang sejumlah warga berenang di aliran sungai Ciberang yang deras demi menyebrangkan logistik dari posko penampungan di Kampung Cikomara untuk ratusan warga di Kampung Buluheun.

“Itu buat sembako yang disana gak ada jalan lain ini yang bisa dilalui selain menyebrang sungai,” kata Mulyadi salah satu warga usai berenang sebrangkan bantuan di Kampung Cikomara, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Kamis (2/1).

2. Jalan alternatif bisa menghabiskan waktu 2 jam

Mulyadi mengatakan, rasa takut akan hanyut terbawa arus sungai yang deras hilang saat melihat sanak saudara kelaparan karena belum mendapat bantuan logistik makanan sejak kemarin lantaran cuaca ektrim dan hujan deras.

Untuk mengambil jalan alternatif, mereka harus memutar ke Gajrug, kecamatan Cipanas dengan memakan waktu selama 2 jam.

“Ya takut mau gimana lagi saudara semua disana. Kalau ke Gajrug ke jauhan hampir 2 jam,” katanya.

3. Jenazah korban hanyut juga disebrangkan melalui Sungai

Rupanya tak hanya logistik, jenazah korban hanyut saat banjir bandang pun disebrangkan melalui sungai Ciberang dengan diikat menggunakan tali tambang.

“Jenazah pak Udin juga disebrangin sungai, Ya khawatir. Tapi keluraganya disini mau dikebumikan disana,” katanya

Penulis :WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *