HeadlineNews

Kasus Pengeroyokan Perwira Polisi, Polda Banten Upayakan Damai

Serang, – Polda Banten akan memfasilitasi kasus pengeroyokan seorang perwira polisi yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten oleh oknum ASN dan dua rekannya supaya diselesaikan secara ke kekeluargaan. Sebeb, antara Ipda MD (37) dan oknum ASN inisial ZW (36) diketahui masih keluarga.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Banten Kompol Akbar Baskoro mengatakan, kasus pengeroyokan terhadap perwira Polda Banten yang ditangani olehnya. Saat ini pihaknya masih berupaya mendamaikan kedua belah pihak.

“Kalau sudah tidak ada jalan lain kita siap proses lanjut. Tapi kalau memang bisa dimusyawarahkan sama-sama ipar – ipar kenapa nggak (upaya damai),” kata Akbar saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022).

Akbar menjelaskan sejauh ini kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum ASN yang merupakan pejabat Dishub Kota Cilegon, namun untuk korban MD belum banyak dimintai keterangan, karena kondisinya masih belum pulih.

“Kalau terlapor sudah kita mintai keterangan di awal, cuma korban masih belum tuntas kita mintai keterangan, dasar kita juga belum kuat,” katanya.

Namun, Akbar menegaskan terkait proses hukum akan diserahkan kepada kedua belah pihak. Jika kasus pemukulan itu tetap dilanjut, maka pihaknya akan profesional menangani kasus tersebut.

“Mau lanjut kita siap aja. Namun kita memperhatikan ini juga masalah keluarga. Monggo kalau di lanjut (proses hukum) asal semuanya dalam kondisi sehat, emosionalnya sehat, bisa berpikir jernih, bisa ambil keputusan,” tuturnya.

Akbar menambahkan oknum pejabat Dishub Cilegon itu sempat diamankan ke Mapolda Banten, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pada saat itu kita amankan dulu supaya tidak ada kejadian lebih,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, istri korban MD, Intan Dwi Sinta mengaku tidak akan mencabut laporan penganiyaan yang dilakukan oleh ZW, meski pelaku masih ada ikatan keluarga dengannya.

“Kalau kita inginnya kasus ini berjalan terus, iya (keluarga),” katanya

Shinta menegaskan jika dirinya dan keluarganya tidak terima atas apa yang dilakukan terhadap suaminya. Sebab, hingga saat ini MD masih dalam perawatan di rumah sakit, akibat luka yang cukup serius.

“Di kepala ada, hidungnya patah. Semalam abis dioperasi, karena hidungnya patah, tangan luka-luka, kaki juga luka. Karena kasus pengeroyokan kan,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *