News

KUKERTA Kelompok 01 Desa Pancalaksana Bekolaborasi dengan Pukesmas, Ibu kader Kelurahan dan Lurah Pancalaksana dalam Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)

CURUG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) dari Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMH BANTEN) Kelompok 01 Pancalaksana Bekolaborasi dengan Pukesmas, Ibu kades Kelurahan dan Lurah Pancalaksana dalam mengajak warga  Kelurahan Pancalaksana khususnya bagi yang memiliki anak dari umur 0-8 tahun untuk mengikuti Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dengan memberikan vaksin POLIO pada (24/7/2024) bertempat di 5 RW Kelurahan Pancalaksana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi KUKERTA kelompok 01 UIN SMH BANTEN dengan perangkatkesehatan dari Puskesmas, Ibu Kader Kelurahan, dan LurahPancalaksana. Program ini bertujuan untuk memberikandampak hal positif bagi kesehatan khususnya untukpencegahan penyebaran penyakit POLIO pada anak.

Dalam acara tersebut, para mahasiswa KUKERTA 01 UIN SMH BANTEN berkolaborasi dengan perangkat kesehatandari Puskesmas, Ibu Kader Kelurahan, dan Kepala Desa Pancalaksana. Kolaborasi tersebut yang dilakukan oleh mahasiswa KUKERTA 01 UIN SMH BANTEN dalam pembuatan konten ajakan PIN dan sosialisasi melalui media sosial, lalu mahasiswa KUKERTA 01 UIN SMH BANTEN mengikuti pendampingan dalam kegiatan Pekan Imunisasi Nasional.

Lurah Pancalaksana, Bapak Sadeli, S.Sos, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan untukmemberikan dampak positif bagi balita dan anak-anak. Karena kegiatan ini sangat penting bagi anak dalampencegahan penyakit POLIO. Penyakit POLIO dapatmenyebabkan kelumpuhan permanen dan tidak ada obatnya. Penyakit tersebut dapat diatasi dengan pencegahan imunisasivaksin POLIO.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan PIN ini yang dilakukan oleh partisipan relawan baik dari ibu-ibu kader Kel. Pancalaksana, perangkat PUSKESMAS Kecamatan Curugdan mahasiswa/I KUKERTA 01 UIN BANTEN dapat membangun pemahaman bagi ibu-ibu yang memiliki balitadan anak kecil. Karena Penyakit POLIO dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan tidak ada obatnya. Penyakit tersebut dapat diatasi dengan pencegahan imunisasi vaksin POLIO” ujarnya.

Para partisipan juga tampak antusias mengikuti setiapkegiatan yang diadakan. Selain itu, kegiatan ini direspon baikoleh warga setempat.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *