Pemprov Banten Targetkan Mulai Bangun Sekolah Rakyat Juni 2025
Serang, – Pemerintah Provinsi Banten menargetkan pelaksanaan pembanguan atau groundbreaking Sekolah Rakyat dimulai pada Juni 2025. Program ini disebut menjadi upaya strategis dalam pemerataan pendidikan berkualitas, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil dan pedesaan.
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengatakan hampir seluruh kabupaten/kota di Banten telah menyatakan kesiapan menyediakan lahan minimal satu hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Cilegon, Pandeglang, Serang, Tangerang sudah siap. Tapi yang paling memungkinkan cepat realisasi itu Pandeglang dan Lebak karena tanahnya sudah tersedia,” kata Dimyati di Untirta Serang, Rabu (23/4/2025).
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah ber-asrama atau boarding school yang menjadi proyek percontohan pengembangan pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain Sekolah Rakyat, Pemprov juga akan mengembangkan Sekolah Garuda sebagai sekolah unggulan.
“Kita juga akan menjadikan CMBBS (SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School) sebagai Sekolah Garuda. Di Pandeglang dan Lebak juga akan ada Sekolah Garuda,” katanya.
Terkait lokasi pembangunan, Pemprov memprioritaskan lahan milik pemerintah daerah agar proses pembangunan tidak terkendala status kepemilikan.
“Kalau lahan milik kabupaten/kota itu lebih cepat. Tapi kalau milik BUMN, hutan lindung, atau masyarakat, harus dihibahkan atau dibebaskan dulu,” katanya.
Dimyati menegaskan bahwa proyek ini akan dimulai minimal satu per kabupaten/kota terlebih dahulu. Jika berjalan lancar, jumlahnya bisa ditambah menjadi dua sekolah dalam satu wilayah.
Dalam hal tenaga pengajar, Pemprov akan merekrut guru-guru ASN dan P3K yang diseleksi sebagai guru pelopor dan guru teladan.
“Guru pelopor biasanya mendapatkan income lebih dibandingkan guru-guru biasa, karena adanya di pedesaan. Diharapkan dari ASN agar tidak perlu biaya tambahan,” katanya.
Sementara itu, siswa Sekolah Rakyat akan mulai tahun ajaran baru pada Juli mendatang, dengan prioritas diberikan kepada siswa dari keluarga tidak mampu namun memiliki potensi kecerdasan tinggi.
“Ini sekolah gratis. Tapi bukan otomatis hanya untuk yang tidak mampu. Prioritas tetap pada anak-anak dengan intelligence quotient yang baik,” katanya.
Penulis:WR

