HeadlineNews

Klarifikasi Wakil Wali Kota Serang Soal Video Viral Sebut Oknum Wartawan dan LSM Bodrex

Serang, – Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia angkat bicara soal potongan video dirinya saat menyoroti oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) viral di media sosial.

Agus menegaskan, pernyataannya dalam kegiatan pembinaan Kepala Sekolah SD se Kota Serang yang digelar secara tertutup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dndikbud) Kota Serang pada 4 Juni 2025 itu tidak bermaksud merendahkan profesi wartawan dan LSM.
“Saya tidak mengetahui ada yang memvideokan dan kemudian dipotong bagian tertentu tanpa konfirmasi atay cover both side (pernyataan tersebut) yang akhirnya menimbulkan kegaduhan,” kata Agis, Selasa (10/6/2025).

Pria yang baru menjabat 4 bulan menjadi orang nomor dua di Kota Serang itu mengatakan, saat ini tengah mendapat tugas khusus dari Wali Kota Serang Budi Rustandi untuk fokus meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Serang.

Saat terjun ke sekolah-sekolah, ia mengaku mendapat banyak keluhan dari sejumlah guru dan kepala sekolah di Kota Serang, khususnya tingkat sekolah dasar (SD) dibuat resah karena sering didatangi pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan dan LSM, melakukan ancaman dengan isu pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolahnya.

Ditengah pemahanan yang kurang itu, lanjut Agus, akhirnya tidak sedikit tenaga pendidik menjadi korban pemerasan hingga intimidasi menitipkan murid untuk masuk di sekolah negeri tertentu dari para oknum tersebut.

“Jujur saya merasa sedih dan ingin menangis karena ternyata selain banyak guru yg masih hidup dan belum sejahtera tapi harus ditekan kadang diperas oleh oknum, padahal tugasnya begitu berat untuk mendidik SDM calon pemimpin masa depan,” katanya.

Atas permasalahan tersebut, kemudian Agis mengaku telah berdiskusi dengan organisasi pers yang ada di Ibukota Banten, salah satunya Persatuan Wartawan Kota Serang (PWKS) dan Persatuan Wartawan Indonesi (PWI).

Dari hasil pertemuan itu, disepakati bahwa Pemkot Serang bersama dengan PWKS dan PWI akan berkolaborasi untuk memberikan pemahaman untuk menangani sejumlah pihak yang menyalahgunakan profesi wartawan dan LSM untuk kepentingan tertentu sehingga mereka bisa merasa aman saat menjalankan kegiatan mengajar di sekolah.

“Saya sudah tegaskan dengan temen-temen PWI PWKS ayo kita kolaborasi bersama untuk memberikan rasa aman kepada para guru dan kepsek, supaya ga ada lagi guru dan kepsek ketakutan di intimidasi, di tekan, bahkan diperas,” katanya.

Kendati demikian, Agis menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan diksi wartawan bodrex dan LSM bodrex. Ia mengaku tak bermaksud merendahkan profesi wartawan dan LSM hanya menggunakan istilah (pihak yang mengaku-ngaku wartawan dan LSM ) yang gampang dipahami oleh para guru di sekolah.

“Dalam acara tersebut kami juga sampaikan apresiasi Kapolda dan Kapolres yang serius memberantas premanisme dan Inshaallah pemkot juga akan kolaborasi untuk mengurangi aksi premanisme di sekolah-sekolah yang dilakukan oleh oknum tertentu,” katanya.

Penulis:wr

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *