Mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang Merancang Sistem Pemesanan Menu Web untuk Coffee Shop Lokal di Tangerang
Inovasi digital terus berkembang di kalangan generasi muda, kali ini datang dari seorang mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Kota Serang. Topik Kemas, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil mengembangkan sistem informasi pemesanan menu berbasis web untuk Coffee Shop Setjangkir Doeloe, sebuah kedai kopi lokal yang berlokasi di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam kegiatan Kuliah Praktik (KP) selama tiga minggu yang dimulai pada Maret 2025, Topik menerapkan metode Agile Development dalam pengembangan sistem. Melalui metode ini, proses perancangan dilakukan secara iteratif dengan menyesuaikan kebutuhan lapangan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan usaha.
Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan secara mandiri hanya dengan scan QR Code yang tersedia di meja. Setelah itu, pelanggan bisa:
-Menelusuri menu kopi, non-kopi, dan snack secara digital
-Memilih pesanan
-Menginput nomor meja
-Memilih metode pembayaran (langsung ke kasir atau via QRIS)
-Menerima struk digital secara otomatis
Hal ini diharapkan mampu mengurangi antrean, meminimalisir kesalahan pencatatan, serta meningkatkan efisiensi operasional di saat jam sibuk.
“Dengan sistem ini, pelanggan bisa langsung melihat menu, memesan, memilih metode pembayaran, dan menerima struk digital tanpa perlu antre di kasir,” jelas Topik dalam laporan kerja praktiknya.
Coffee Shop Setjangkir Doeloe bukan sekadar tempat menikmati kopi. Didirikan pada 20 September 2016 oleh Septian Iskandar, S.Par, usaha ini membawa filosofi bahwa secangkir kopi bisa menjadi awal dari sebuah karya. Berbeda dari coffee shop pada umumnya yang mengedepankan estetika visual tempat, Setjangkir Doeloe menitikberatkan pada kualitas cita rasa dan pelayanan.
Kini, kedai kopi ini mengintegrasikan teknologi dalam pelayanan, sebagai bentuk adaptasi terhadap era digital dan kebutuhan konsumen yang semakin praktis.
Dosen pembimbing KP, Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom., turut mengapresiasi pencapaian mahasiswanya. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tapi juga bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap UMKM.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi langsung memberikan solusi nyata bagi UMKM. Ini adalah kolaborasi yang saling menguntungkan,” ungkapnya.
Proyek ini menjadi contoh konkret bahwa kerja sama antara dunia akademik dan pelaku UMKM dapat menghasilkan solusi digital yang berdampak langsung, terutama dalam hal transformasi digital bisnis lokal.
Fitur Sistem yang Dikembangkan:
Digital Menu via QR Code (tanpa aplikasi tambahan)
Pemilihan metode pembayaran: QRIS atau kasir
Pencatatan pesanan otomatis
Dashboard Admin untuk manajemen menu dan pesanan
Laporan penjualan otomatis harian & bulanan
Responsif untuk berbagai perangkat (smartphone, tablet, komputer)

