News

Anggaran Jalan Bang Andra 2026 Naik 2 Kali Lipat, Pemprov Siapkan Rp164 M

 

Serang, – Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat komitmen pembangunan infrastruktur desa melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Sepanjang tahun 2025, program tersebut telah menangani 61 ruas jalan desa dan 1 jembatan, dengan total 62 titik pembangunan di seluruh wilayah Banten.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan total anggaran yang digunakan pada 2025 mencapai Rp184 miliar. Menurutnya, jembatan juga dimasukkan sebagai bagian dari program karena berfungsi sebagai jalur penghubung antar desa.

“Total ada 62 titik yang kami tangani, karena jembatan juga bagian dari konektivitas antar desa,” kata Arlan, Senin (19/1/2026).

Memasuki tahun 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran Rp164 miliar dalam APBD murni untuk melanjutkan Program Jalan Bang Andra. Angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan APBD murni tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp80 miliar.

“Ini menunjukkan komitmen Pak Gubernur. Anggaran murni tahun ini hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Bahkan ke depan di APBD perubahan juga akan ditambahkan lagi,” katanya.

Arlan menjelaskan, Program Jalan Bang Andra merupakan bentuk kolaborasi antara Pemprov Banten dengan kabupaten/kota. Provinsi berperan sebagai koordinator, sementara pemerintah daerah menangani wilayah sesuai kewenangannya masing-masing.

“Kami bagi skala prioritas, mana yang ditangani provinsi dan mana yang ditangani kabupaten/kota, karena setiap daerah punya keterbatasan anggaran dan permasalahan berbeda,” katanya.

Untuk tahun 2026, ruas jalan yang masuk Program Bang Andra tercatat sekitar 31 titik jalan desa, dengan panjang jalan yang ditangani mencapai 30 hingga 40 kilometer. Arlan menyebut, salah satu fokus utama ke depan adalah Kabupaten Tangerang, sesuai arahan Gubernur Banten.

“Tadi juga sudah dibahas kembali kolaborasi dengan Bupati Tangerang. Insyaallah pada APBD perubahan nanti pembagian tugas akan kembali dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, termasuk dengan bupati, untuk memastikan pembangunan jalan desa berjalan efektif dan merata.

“Koordinasi akan terus kita tingkatkan dengan bupati terkait jalan-jalan mana yang bisa kita kerjakan. Kita berbagi tugas, mana yang dikerjakan kabupaten dan mana yang ditangani provinsi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Andra Soni.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu prioritas Pemprov Banten karena berperan penting dalam mendukung akses pendidikan, perekonomian, dan pelayanan publik.

“Jalan desa bukan sekadar akses fisik, tetapi menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat. Karena itu, program Bang Andra Bangun Jalan Desa Sejahtera akan kita pastikan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Andra Soni, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar pembangunan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat. Target kita sederhana, masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, nyaman, dan produktif,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *