HeadlineNews

Demi Pulang Kampung, Very Gowes dari Serpong ke Palembang

Serang,– Cara berbeda dilakukan Very Sanovri (50) untuk pulang kampung saat Lebaran. Pria asal Serpong itu memilih mudik dengan mengayuh sepeda menuju kampung halamannya di Palembang, Sumatra Selatan.

Very berangkat dari Serpong sejak pukul 09.00 WIB. Dengan santai ia mengayuh sepeda menuju Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, untuk menyeberang ke Pulau Sumatra.

“Dari Serpong jam sembilan pagi jalan santai saja,” kata Very saat ditemui di Pelabuhan Ciwandan, Rabu (18/3/2026).

Meski menempuh perjalanan jauh, Very mengaku tidak melakukan persiapan khusus. Ia sudah terbiasa bersepeda jarak jauh dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai hobi sekaligus hiburan.

“Hobi sepeda. Satu-satunya hiburan saya cuma sepeda,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Very membawa sejumlah perlengkapan seperti sleeping bag dan tenda kecil. Peralatan itu digunakan jika ia harus beristirahat di tengah perjalanan, terutama saat melintasi wilayah yang jauh dari permukiman.

“Bawa sleeping bag sama tenda. Kalau memungkinkan buka tenda, di Sumatra kan banyak hutan,” katanya.

Namun biasanya ia lebih memilih beristirahat di posko mudik atau di sekitar masjid. Ia juga kerap meminta izin kepada petugas jika ingin mendirikan tenda di sekitar posko.

“Biasanya di posko mudik, izin mendirikan tenda di luar,” ujarnya.

Very menargetkan bisa tiba di Palembang pada malam takbiran. Ia juga berencana mengejar jadwal kapal sekitar pukul 12 malam agar bisa beristirahat selama perjalanan menyeberang.

“Ngejar jam 12 di kapal biar bisa tidur,” katanya.

Menurutnya, perjalanan mudik dengan sepeda bukan hal baru. Bahkan tahun lalu ia juga pulang kampung dengan cara yang sama. Ia sudah beberapa kali melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda sejak 2018.

“Tahun kemarin pulangnya juga pakai sepeda. Dari 2018 sudah biasa,” katanya.

Meski sering melakukan perjalanan sendirian, Very mengaku hal itu menjadi salah satu tantangan tersendiri. Ia terkadang merasa kesepian karena tidak ada teman berbincang selama perjalanan.

“Dukanya ya pas sendirian, enggak ada teman ngobrol. Kadang kayak orang bego sendiri di jalan,” ujarnya sambil tertawa.

Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus mengayuh sepeda hingga sampai di kampung halaman. Ia juga berencana kembali menggunakan sepeda saat kembali dari Palembang setelah Lebaran.

“Baliknya juga naik sepeda,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *