Sering Overthinking? Hati-hati, GERD Bisa Makin Kambuh
Cilegon – Terlalu banyak pikiran atau overthinking ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cilegon, dr. Fachrial Imam, Sp.PD, menjelaskan bahwa overthinking memang bukan penyebab langsung GERD. Namun, stres dan kecemasan yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan hormon stres yang berpengaruh pada produksi asam lambung dan sistem pencernaan.
Akibatnya, penderita GERD lebih mudah mengalami keluhan seperti dada terasa panas, asam lambung naik ke tenggorokan, sering bersendawa, perut kembung, mual, hingga tenggorokan terasa mengganjal. Bahkan, gejala tersebut bisa semakin sering muncul saat seseorang sedang menghadapi tekanan pekerjaan atau masalah pribadi.
“Banyak pasien datang dengan keluhan GERD yang sering kambuh saat sedang mengalami tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Karena itu, penanganan GERD tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pengelolaan stres yang baik,” ujar dr. Fachrial Imam.
Selain stres, pola hidup yang kurang sehat juga dapat memicu GERD kambuh. Misalnya makan tidak teratur, kurang tidur, terlalu banyak minum kopi, serta sering mengonsumsi makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, minuman bersoda, hingga buah yang terlalu asam.
Sebaliknya, penderita GERD disarankan memilih makanan yang lebih ramah untuk lambung seperti oatmeal, nasi merah, kentang rebus, dada ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, sayuran hijau, serta buah seperti pisang, pepaya, melon, dan semangka.
Untuk membantu mengurangi overthinking sekaligus menjaga kesehatan lambung, masyarakat juga dianjurkan rutin berolahraga ringan, berjalan santai, melatih pernapasan, tidur yang cukup, menulis jurnal, serta membatasi penggunaan media sosial secara berlebihan.
Jika gejala GERD terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, sulit menelan, berat badan turun tanpa sebab, muntah berulang, atau mengalami nyeri dada yang berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Menurut dr. Fachrial, penanganan GERD akan lebih efektif jika tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga disertai pola makan sehat, gaya hidup yang baik, dan kemampuan mengelola stres agar gejala tidak mudah kambuh.
Editor :GBK

