Perjuangan Berbuah Manis! Maya Meliasari Wakili Banten di Program Belajar Bersama Maestro
PANDEGLANG – Kabar membanggakan datang dari dunia seni di Kabupaten Pandeglang. Seorang pemudi berbakat asal Pandeglang, Maya Meliasari (20), berhasil lolos dalam Program Belajar Bersama Maestro (BBM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Program Belajar Bersama Maestro merupakan salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan generasi muda berbakat dari seluruh Indonesia dengan para maestro seni budaya. Selama satu bulan penuh, para peserta akan tinggal dan belajar langsung di kediaman maestro untuk mendalami berbagai cabang kesenian, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026.
Tahun ini, BBM membuka berbagai bidang seni, di antaranya Lenong Betawi, Tari Bedhaya, Sastra, Kriya Bambu, Randai, hingga Seni Lukis. Para peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan belajar secara intensif bersama para maestro yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan.
Maya menjadi salah satu peserta yang lolos pada bidang Lenong Betawi. Dalam program tersebut, ia akan berguru langsung kepada Jaja Miharja, seniman senior sekaligus Maestro Lenong Betawi yang telah puluhan tahun mengabdikan diri dalam pelestarian seni tradisional Indonesia.
Keberhasilan ini bukan diraih dengan mudah. Tahun sebelumnya, Maya juga sempat mengikuti seleksi Program Belajar Bersama Maestro, namun langkahnya harus terhenti. Alih-alih menyerah, ia justru menjadikan kegagalan itu sebagai motivasi untuk terus mengasah kemampuan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa lolos Program Belajar Bersama Maestro tahun ini. Setelah sempat gagal pada seleksi tahun lalu, saya menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Akhirnya kesempatan yang saya impikan bisa terwujud,” ujar Maya.

Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru dari pengalaman tersebut, ia semakin yakin bahwa setiap usaha akan membuahkan hasil jika dijalani dengan kesabaran dan konsistensi.
“Kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan saya belajar banyak hal. Saya percaya setiap proses akan membuahkan hasil selama kita terus berusaha dan tidak menyerah,” katanya.
Perjalanan Maya di dunia seni juga bukan cerita yang singkat. Selama kurang lebih sepuluh tahun, ia aktif menekuni dunia teater. Kariernya dimulai sebagai aktor Teater Tradisional Ubrug, kemudian berkembang menjadi pemain film hingga aktor monolog yang telah mengukir berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Menariknya, meski aktif di dunia seni, Maya tidak menempuh pendidikan tinggi di jurusan seni. Saat ini ia merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Namun, portofolio, pengalaman panjang di dunia teater, serta dedikasinya dalam melestarikan seni budaya menjadi modal besar hingga berhasil lolos bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Bagi Maya, kesempatan belajar langsung bersama Maestro Jaja Miharja merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk memperdalam wawasan sekaligus melestarikan budaya Indonesia.
“Bagi saya, seni bukan hanya tentang tampil di atas panggung, tetapi juga tentang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Kesempatan belajar langsung dari Maestro Jaja Miharja adalah pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama mengikuti Program Belajar Bersama Maestro nantinya dapat dibagikan kembali kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Banten.
“Saya bangga bisa membawa nama Pandeglang dan Banten di tingkat nasional. Semoga apa yang saya pelajari nanti bisa saya bagikan kepada teman-teman dan masyarakat, sehingga semakin banyak anak muda yang tertarik melestarikan seni tradisional,” tuturnya.
Keberhasilan Maya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Prestasi ini membuktikan bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya Indonesia.

Menutup perbincangan, Maya menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak takut bermimpi dan terus berjuang meraih cita-cita.
“Saya percaya mimpi bisa diraih oleh siapa saja, termasuk anak daerah. Selama kita mau terus belajar, berproses, dan tidak takut mencoba lagi setelah gagal, selalu ada kesempatan untuk membuktikan kemampuan kita. Semoga ini menjadi motivasi bagi generasi muda di Pandeglang dan Banten untuk terus berkarya dan berani mengejar impiannya,” pungkasnya.
Editor:GBK

