Cetak Tenaga Kerja Kompeten, Disnaker Tangerang Hadirkan 7 Pelatihan Gratis
TANGERANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Jayanti membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dengan menghadirkan tujuh pilihan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan peluang usaha mandiri.
Program pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperluas kesempatan kerja, serta mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana mengatakan, program PBK dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kompetensi dan memiliki bekal keterampilan sebelum memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan kemampuan yang dimiliki para pencari kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat Kabupaten Tangerang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dengan begitu, mereka mempunyai bekal yang lebih baik untuk mencari pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Rudi Lesmana kepada Tangerang Ekspres, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, terdapat tujuh program pelatihan yang dibuka di BLK Jayanti, yakni Barista, Bahasa Korea, Practical Office Advanced, Operator Forklift, Las Listrik, Desainer Multimedia Muda, serta Bahasa Jepang.
Beragamnya pilihan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih bidang keterampilan sesuai minat, bakat, dan peluang kerja yang tersedia.

“Setiap bidang memiliki peluang masing-masing. Ada pelatihan yang mendukung kebutuhan industri, ada yang berkaitan dengan kemampuan administrasi dan teknologi, serta ada pula pelatihan bahasa asing yang dapat menjadi nilai tambah bagi peserta ketika melamar pekerjaan,” katanya.
Rudi menegaskan, program pelatihan tersebut diberikan secara gratis dan dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Tangerang. Dengan demikian, warga setempat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan tanpa harus terbebani biaya pelatihan.
“Kami ingin program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Tangerang. Karena itu, pelatihan ini tidak dipungut biaya dan diperuntukkan bagi warga yang memiliki KTP Kabupaten Tangerang,” tegasnya.
Ia berharap, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya para pencari kerja yang ingin meningkatkan kemampuan dan memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan.
“Kami mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga terus meningkatkan keterampilan. Dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan, kompetensi, serta kesiapan untuk menjalankan tugas sesuai bidangnya,” ungkap Rudi.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mengikuti pembelajaran berbasis teori dan praktik sesuai dengan jurusan masing-masing. Metode tersebut diterapkan agar peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menguasai keterampilan yang dapat digunakan dalam lingkungan kerja sesungguhnya.
Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembinaan fisik dan disiplin mental (FDM) melalui kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pembinaan tersebut bertujuan membentuk karakter peserta agar lebih disiplin, tangguh, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama ketika menghadapi tantangan di dunia kerja.
Rudi mengatakan, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan sikap dan mental yang baik. Menurutnya, kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja menjadi bagian penting yang harus dimiliki setiap calon tenaga kerja.
“Perusahaan tidak hanya melihat kemampuan teknis seseorang, tetapi juga kedisiplinan, sikap, tanggung jawab, dan kemampuannya bekerja dalam tim. Karena itu, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam pelatihan yang kami selenggarakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PBK di BLK Jayanti juga didukung berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan.
Fasilitas tersebut meliputi tempat tinggal atau mes, seragam pelatihan, makan siang, serta uang saku selama masa pelatihan berlangsung.
Menurut Rudi, dukungan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan lebih fokus dan optimal.
“Kami berupaya memberikan dukungan agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik. Harapannya, mereka bisa memanfaatkan waktu pelatihan untuk belajar, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap lulusan BLK Jayanti mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk memasuki dunia industri maupun membuka peluang usaha sendiri.
Disnaker Kabupaten Tangerang, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan industri dan dunia usaha.
“Kami ingin pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan belajar saja. Yang terpenting adalah bagaimana keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan setelah peserta lulus, baik untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan karier, maupun membangun usaha mandiri,” pungkasnya. (ADV)

