News

Awas Tertipu!!, Ini Trik Cara Membedakan Madu Asli Dengan Yang Palsu

Jumlah peminat madu di Indonesia cukup tinggi. Oleh karenanya, sebagai konsumen kita harus cerdas terutama dalam mengetahui cara membedakan madu asli dan palsu.
Contoh kasus seperti di atas juga sudah marak terjadi di masyarakat, dan yang paling terbaru adalah tertangkapnya tiga oknum yang memproduksi madu palsu di Kembangan, Jakarta Barat.
Menurut telusuran dari laman Bantenstory.com, para pengedar madu palsu tersebut menjual produk mereka seharga Rp200 ribu per liter, harga yang tak jauh berbeda dengan harga madu yang asli.
Nah sobat Bantenstory, biar enggak tertipu akan produk madu abal-abal, yuk pahami dulu akan cara membedakan madu asli dan palsu berikut ini, seperti yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.
1. Diteteskan ke air

Cara membedakan madu asli dan palsu yang pertama adalah dengan mencampurkannya ke dalam segelas air.
Tuangkan setengah sendok makan madu ke dalam air. Apabila madu terlihat tidak larut dan justru mengendap di bagian bawah gelas, itu berarti adalah madu asli.
Sebaliknya, jika madu tampak larut dalam segelas air, maka bisa dipastikan bahwa madu tersebut adalah madu palsu.
2. Panaskan dengan microwave

Cara membedakan madu asli dan palsu yang lainnya selain dengan segelas air adalah menggunakan microwave.
Kamu bisa meletakkan madu tersebut ke dalam wadah anti panas, sebelum memasukkannya ke dalam microwave. Lalu, panaskan selama kurang lebih 40 detik.
Apabila tekstur madu berubah menjadi seperti karamel, maka bisa dipastikan itu adalah madu asli. Namun kalau madu justru terlihat berbuih, itu berarti madu palsu.
3. Dibekukan dalam freezer

Selain dipanaskan, kamu juga bisa memperhatikan kualitas dari madu yang dikonsumsi dengan memasukkannya ke dalam freezer.
Cara membedakan madu asli dan palsu ini juga paling banyak direkomendasikan di internet, bukan hanya karena praktis namun juga hasilnya terlihat sangat nyata.
Apabila madu tampak cepat membeku setelah dimasukkan beberapa jam ke dalam freezer, berarti madu tersebut sudah tercampur dengan bahan-bahan lainnya.
Sementara untuk madu asli, biasanya tidak akan cepat membeku meski dimasukkan ke dalam freezer.
4. Cek teksturnya

Cara membedakan madu asli dan palsu yang berikutnya adalah dengan mengecek tekstur dari madu tersebut.
Cara ini cukup mudah, di mana kamu hanya perlu menggoyangkan botolnya dan perhatikan dengan seksama akan tekstur dari madu itu.
Apabila madu terlihat bergerak namun dengan gerakan yang lambat, itu berarti madu asli karena teksturnya kental.
Berbeda halnya dengan madu palsu, yang biasanya memiliki tekstur cair, dan mudah untuk digoyangkan.
5. Letakkan di ibu jari

Kalau sulit membedakan teksturnya, kamu bisa mencoba cara yang satu ini. Ambil sedikit saja madu dan letakkan di ibu jarimu, kemudian lihat bagaimana perubahannya.
Madu asli umumnya bertekstur kental, sehingga saat menempel di ibu jari tidak akan menetes.
Lain halnya dengan madu oplosan atau palsu. Yang mana, madu tersebut akan langsung menetes karena sudah tercampur dengan air maupun bahan lainnya.
6. Larutkan dalam campuran air dan sari cuka

Untuk mencoba cara membedakan madu asli dan palsu ini, kamu hanya perlu mencampurkan setengah sendok makan madu dengan campuran air dan 3 tetes sari cuka.
Jika setelahnya madu tidak menunjukkan reaksi sama sekali, itu berarti adalah madu asli. Namun, kalau madu langsung terlihat berbusa, maka madu tersebut adalah madu palsu.
7. Uji dengan sendok makan

Terakhir, cara membedakan madu asli dan palsu adalah dengan menggunakan sendok makan. Cara ini hampir serupa dengan memanaskan madu dalam microwave.
Kamu hanya perlu menuangkan sedikit madu ke sendok makan. Kemudian panaskan sendok yang berisi madu tersebut di atas api kompor.
Apabila madu terlihat sedikit busa, maka madu itu adalah madu palsu.
Sebaliknya, jika madu tampak berbuih dan seperti akan meleleh atau tumpah dari sendok tersebut, berarti itu adalah madu asli.

Nah, itu dia informasi mengenai cara membedakan madu asli dan palsu yang bisa kamu terapkan saat akan membeli produk madu di pasaran.

editor: Sujana

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *