News

60 Persen Petani Banten Jual Hasil Produksi Padi Keluar Daerah

Serang, – Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat produksi padi gabah kering giling di wilayahnya mencapai 2. 148. 874 ton sepanjang tahun 2021. Meningkat sebesar 4.571 ton dibanding tahun 2019 lalu. Bahkan dari produksi pada 2020 tersebut masih surplus 12.116 ton padi.

“Fakta yang terjadi di Banten beras bukan penyebab terjadi inflasi terbesar di Banten masih disumbang cabe, bawang merah dan rokok,” kata Kepala Dinas Pertanian Banten Agus M Tauchid saat dikonfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Dengan adanya peningkatan produksi pada di wilayahnya tersebut, Agus mengklaim, menjadikan harga beras dan suplai beras dari petani Banten untuk pasar lokal relatif stabil sepanjang tiga tahun terakhir. Namun dirinya menyayangkan, hingga saat ini masih banyak petani Banten yang menjual hasil padinya ke luar daerah.

“Yang menjadi masalah di rantai distribusi, nilai lebih produksi ini harusnya ada di Banten tapi disana (luar daerah),” katanya.

Berdasarkan hitungan Dinas Pertanian Banten, sebesar 60 persen produksi padi Banten dijual oleh petani keluar daerah. Sayangnya, padi tersebut, dijual kembali ke Banten dengan nominal yang mahal ketika kembali masuk Banten setelah digiling menjadi beras.

“Padi banyak keluar terutama wilayah selatan dan utara, artinya nilai tambahnya pindah. Ada nilai tambah hilang dikita,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut terus terjadi, pihaknya akan membangun pusat penggilingan padi di sejumlah daerah di Banten. Pabrik penggilingan padi skala besar itu ditargetkan bisa memproduksi 60 ton beras perjam.

“(Tahun) sekarang penyiapan lahan. Fisik bangunan bisa dibangun tahun depan,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *