News

Profil Kota Serang, Daerah Yang Tak Dikehendaki Lahir

Serang, – Tepat 10 Agustus 2021 Kota Serang akan merayakan hari jadi yang ke-14 tahun. Ibu Kota Provinsi Banten ini merupakan daerah otonom hasil pemekaran dari Kabupaten Serang.

Berikut profil dan fakta yang menarik fakta menarik tentang Kota Serang yang dihimpun.

Pembentukan Kota Serang berdasarkan amanat dari Undang-Undang nomor 23 tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, yang menetapkan Serang sebagai ibu kota bagi provinsi yang baru dibentuk itu. Oleh karenanya, daerah yang memiliki semboyan Madani kerap disebut kota yang tak dikehendaki lahir.

Selanjutnya, kota ini resmi berdiri melalui Undang-Undang nomor 32 tahun 2007 tentang Pembentukan Kota Serang di Provinsi Banten, yang disahkan pada tanggal 10 Agustus 2007. Wali Kota pertama yakni Bunyamin dan Wakil Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman yang merupakan adik tiri mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Kota Serang adalah pusat budaya Banten penduduknya menuturkan bahasa Banten yakni bahasa Jawa Banten. Dikalangan anak muda Serang dalam keseharian kerap menggunakan bahasa Jaseng alias Jawa Serang meski ada tingkatan bahasa babasan.

Di Kota ini terdapat sisa-sisa bangunan bersejarah masa kejayaan Kesultanan Banten yang sekarang menjadi wisata sejarah.

Tasikardi

Meski tampak seperti danau alami, Danau Tasikardi sebenarnya merupakan danau buatan. Danau ini merupakan bekas peninggalan kerajaan Banten Lama yang menjadi sumber pasokan air bersih Kota Surosowan, Banten Lama. Di tengah danau ini terdapat suatu pulau kecil yang dinamakan Pulau Kaputren.

Konon kabarnya, pulau ini dijadikan tempat Ibunda Sultan Maulana untuk beribadah dan bertafakur. Danau Tasikardi ini memang cocok dijadikan tempat liburan keluarga yang jauh dari keramaian kota. Ketenangan suasana di sekitar danau seolah mampu meredakan stres aktivitas harianmu.

Benteng Speelwijk.

Kawasan Banten Lama di sisi utara Kota Serang memang banyak menyimpan tempat-tempat historis yang menarik. Salah satunya adalah Benteng Speelwijk. Benteng ini merupakan peninggalan penjajah Belanda untuk menghadapi serangan rakyat Banten.

Dikelilingi oleh parit selebar 10 meter, benteng ini masih menyisakan keperkasaannya. Pada setiap sudut bangunan terdapat menara pengintai yang bisa langsung melihat ke arah kota Banten Lama. Saat ini hanya ada satu menara pengintai yang masih tersisa.

Keraton Kaibon

Meski penampakannya sudah tidak lagi sempurna, namun Keraton Kaibon masih menjadi tempat favorit para pecinta wisata sejarah. Di sini kamu bisa melihat kemegahan Kerajaan Banten Lama.

Konon katanya, Keraton ini juga dibangun di atas air dan memiliki sebuah kanal sebagai sarana transportasi menuju Istana Surosowan. Tempat ini juga sering dijadikan tempat photoshoot karena reruntuhan bangunannya yang eksotis.

Keraton Surosowan

Hampir rata dengan tanah, Istana Surosowan cukup sulit untuk dibayangkan bentuk aslinya. Lokasinya berdekatan dengan Masjid Agung Banten Lama. Meski tidak seutuh Keraton Kaibon, namun Istana Surosowan ini juga asyik untuk dijadikan tempat bersantai bersama keluarga.

Dengan padang rumput di sekeliling istana, anak-anak bebas bermain sambil menikmati angin sepoi-sepoi dari Pelabuhan Banten Lama. Sisa-sisa kemegahan istana masih bisa kamu lihat dari beberapa kolam dan sumur yang menggambarkan teknologi tingkat tinggi kerajaan Banten Lama.

Masjid Agung Banten

Nah, masjid kebanggan warga Kota Serang ini pasti sudah tidak asing lagi. Dengan ciri khas menaranya yang mirip mercusuar, masjid yang jadi ikon Kota Serang ini tidak pernah sepi pengunjung. Masjidnya sendiri memiliki arsitektur unik dengan susunan atap bertingkat lima mirip dengan desain sebuah pagoda.
Jika datang kemari, kamu bisa meminta izin untuk menaiki menaranya yang memiliki total 83 anak tangga. Di puncak menara, kamu bisa melihat lautan lepas dan pelabuhan Banten yang indah.

Masjid Pecinan Tinggi

Sesuai dengan namanya, masjid yang satu ini merupakan masjid peninggalan kaum muslim Tionghoa di daerah Serang.  Kini, hanya tersisa bagian mihrab berbentuk menara persegi dengan dominasi warna putih yang unik. Lokasinya berada tidak jauh dari istana Surosowan, jadi tidak ada salahnya setelah berkunjung dari Surosowan langsung mampir ke sini.  
Vihara Avalokitesvara

Merupakan salah satu vihara tertua di Banten, letaknya di Jalan Tubagus Raya Banten atau Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Banyak versi yang menceritakan perihal berdirinya Vihara Avalokitesvara yang menjadi tempat Ibadah para penganut Budha yang ada di Banten ini. Berdasarkan informasi, Vihara Avalokitesvara ini didirikan oleh sebagian pengikut Putri Tiongkok Ong Tien Nio, yang masih mempertahankan agama Budhanya pada tahun 1652 di Desa Dermayon.

4. Memiliki kuliner khas kesukaan bangsawan kesultanan

Ibu Kota Banten ini juga mempunyai beberapa kuliner khas kota Serang warisan kesultanan di antaranya adalah sebagai berikut.

Rabeg

Sejenis semur dengan daging kambing dan bumbu yang agak pedas. Beberapa rabeg juga memakai jeroan kambing. Makanan ini merupakan salah satu makanan kesukaan bangsawan dari Kesultanan Banten. Saat Ramadhan, rabeg biasa dimakan dengan ketan bintul. Tempat makan yang menjual hidangan ini biasanya terdapat di sekitar Magersari, Pasar Lama, Sempu, dan Cipare.

Sate Bandeng

Merupakan oleh-oleh yang paling populer dari Kota Serang. Sate bandeng dibuat dari ikan bandeng yang dihaluskan dan dicampur dengan rempah-rempah sertasantan kental yang membuat rasanya asin-manis-gurih, lalu dibakar. Sate bandeng cocok dimakan dengan nasi hangat dan sambal. Makanan khas Serang ini banyak dijajakan di dekat Gerbang Tol Serang Timur. Sate ini juga bisa ditemukan di sekitar jalan Serang-Pandeglang.

Pecak Bandeng

Pencak bandeng merupakan salah satu menu makanan favorit keluarga di Banten. Dahulu, makanan ini hanya bisa dinikmati oleh keluarga Kesultanan Banten. Kini, semua orang bisa menikmati pecak bandeng yang lezat dan beraroma khas.

Pecak bandeng dibuat dari ikan bandeng dan di tambah sambal khasnya. Pecak bandeng diolah dengan cara membakar bandeng segar. Yang istimewa dari pecak bandeng adalah sambal yang dicampur langsung dengan ikan bandeng yang telah dibakar.

Nasi sumsum

Adalah nasi bakar dengan sumsum dan bumbu dari daun salam, sereh, cabe, dan bawang. Sumsum yang dipakai biasanya sumsum kerbau, karena lebih mudah ditemui di Serang dan lebih tahan leleh dibanding sumsum sapi. Nasi sumsum dimakan dengan sambal kacang, kadang ditambah otak-otak ikan. Tempat-tempat yang menjual ada di seberang Polres Serang, Pasar Lama, alun-alun, dan perempatan Pisang Mas.

Sambel Burog

Semacam sayur dengan bahan utama kulit melinjo atau kulit tangkil yang berwarna merah. Kulit tangkildiiris tipis-tipis, dimasak dengan santan, asam jawa (kadang-kadang belimbing wuluh), cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan daun salam. Penampilannya mirip sambal dengan irisan cabai kasar. Makanan ini mempunyai rasa pedas-asam, cocok dimakan dengan ketupat dan kuah opor.

Angeun Lada

Adalah sayur rebung berkuah. Aromanya mirip dengan bau walang sangit.

Sate bebek

Ayam bakar bekakak, adalah ayam bakar dengan cita rasa pedas-asam, tidak seperti ayam bakar kebanyakan yang berbumbu manis kecap. Hidangan ini biasanya tersedia di rumah makan.

Godog Uyah Asem dan Empal Daging

Makanan semacam gulai yang berisi daging sapi, babat atau usus, dan memiliki kuah dengan rasa asam-asin-pedas. Biasanya makanan ini dijadikan lauk untuk nasi uduk serta dihidangkan dengan emping. Makanan ini dapat ditemui di sepanjang jalan sekitar Magersari atau kaki-kaki lima di Pasar Lama.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *