Paham Terorisme Tumbuh Subur di Banten, Kenapa?
Serang, – kelompok pengasong paham radikal terorisme selalu mencari daerah yang aman untuk persemaian pemahaman mereka. Disana mereka akan bertransformasi paham, melakukan perekrutan hingga persiapan aksi kekerasan berupa bom bunuh diri atau amaliyah.
“Kelompok ini selalu mencari daerah yg paling memungkinkan untuk tujuan amaliyah, Mereka melihat Banten sangat bisa untuk itu,” kata Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten, Amas Tadjudin, Kamis (19/8/2021).
Sebagai daerah yang cukup strategis, selain daerah penyangga ibukota, Banten juga sebagai persinggahan lintas daerah yang cocok dijadikan sebagai basis kekuatan. Sehingga tidak aneh jika hampir seluruh jaringan teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) dan perjuangan khilafah tumbuh di Banten
“Mereka perjuangkan tegaknya satu sistem pemerintahan formal yg berdasarkan ideologi mereka,” tuturnya.
Disampaikan Amas, berdasarkan hasil penelitian, menunjukan tingkat resistensi masyarakat Banten terhadap faham keagamaan radikal yang cukup tinggi semakin menguatkan mereka untuk menyemaikan pemahaman radikal terorisme di tanah Jawara.
Salah satu indikasi kuat mengenai hal itu adalah sejumlah penangkapan dan pelaku teror bom berasal dari Banten. Bahkan, kata dia, ada sebuah kampung di Kabupaten Pandeglang, Banten yang hampir mayoritas penduduknya terpapar gerakan NII dan khilafah.
Untuk diketahui, akhir pekan lalu Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap 48 terduga teroris, lima diantaranya ditangkap di Banten.
“Masyarakat Banten harus segara sadar dan memahami adanya kelompok teroris yang hendak menjadikan Banten sebagai tempat membangun kelompok sinergi dan markas perjuangan meruntuhkan pemerintahan yang sah,” katanya.
Amas menuturkan, kerap kali kelompok-kelompok ini dijadikan basis kekuatan oleh oknum partai politik dalam perhelatan politik daerah maupun nasional.
“Mereka tidak sadar kalau mereka sering dijadikan alat untuk kepentingan tertentu, termasuk kepentingan politik praktis,” katanya.
Penulis:WR

