Jalur Menuju Wisata Dijaga Ketat, 5.100 Kendaraan Wisatawan Diputar Balik
SERANG – Empat jalur menuju tempat wisata Anyer dan Carita yaitu Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Pasar Anyer, Simpang Teneng Cinangka, dan Carita dijaga ketat polisi.
Hasilnya, 5.100 kendaraan wisatawan baik roda dua maupun empat diputar balik oleh petugas kepolisian hingga Senin (1/6).
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan tingginya intensitas kendaraan masyarakat yang hendak melakukan wisata ke Pantai Anyer dan Carita, pihaknya melakukan pembatasan wisatawan, guna mendukung program new normal live yang dicanangkan pemerintah.
“Dalam rangka meminimalisir jumlah kendaraan paska operasi ketupat, kita melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan, yang kita laksanakan pada 1 Juni hingga 7 Juni cara bertindak yang kita lakukan sama dengan cara bertindak kita saat operasi ketupat,” kata Wibowo saat dikonfirmasi.
Wibowo menambahkan dalam membatasi jumlah wisatawan baik wisatawan lokal maupun luar kota ke wilayah Pantai Carita dan Anyer, pihaknya melakukan pengetatan di empat jalur wisata, mulai dari Kota Cilegon, Kabupaten Serang hingga Pandeglang.
“Pos Simpang JLS mengatisipasi arus wisata dari Tol Cilegon Timur dan Cilegon Barat, Pos Pasar Anyer mengantisipasi kendaraan dari mancak, kemudian Pos Simpang Teneng mengantisipaso wisatawan dari arah Palima dan Padarincang. Terakhir pos Carita mengantisipasi wisatawan yang akan datang dari Pandeglang,” tambahnya.
Sejauh ini, Wibowo mejelaskan berdasarkan data selama empat hari operasi sejak 29 Mei hingga 1 Juni 2020 sebanyak 5.100 kendaraan wisatawan baik roda dua maupun roda empat. Rinciannya, hari pertama 254 kendaraan, hari kedua 1.122 kendaraan, hari ketiga 1.595 kendaraan dan hari keempat 2.129 kendaraan.
“Kita melakukan penyekatan ini dalam rangka untuk mengantisipasi membludaknya wisata pantai, dengan harapan physical distancing bisa terjadi apabila wisatawan kita batasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wibowo mengungkapkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan memberikan himbauan kepada pengelola wisata, untuk membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung. Dengan batasan 50 persen dari jumlah daya tampung tempat wisata tersebut.
“Kita juga menghimbau kepada wisata untuk wisata, walaupun ada, kita pabatasi 50 persen dari daya tampung. Kita lakukan untuk membatasi atau mengurangi berkumpulnya orang dalam jumlah besar,” ungkapnya.
Wibowo menegaskan dari hasil pengecekan dilapangan masih banyak masyarakat yang memaksakan diri untuk dapat menembus penjagaan jalur wisata.
“Banyak dari Jakarta banyak juga lokal, banyak cara dan modusnya. Alasannya silaturahmi, menuju rumah saudara, jika tidak ada psikal distancing makan new normal live akan terkendala. Ini yang jadi pertimbangan kita wisata di Banten kita batasi,”tegasnya.
Penulis:WR

