Rush Money Rp 900 Miliar Dalam Satu Hari Jadi Penyebab Pemprov Pindahkan RKUD
SERANG – Pemindahan rekening kasu umum daerah (RKUD) dari Bank Banten ke Bank Jabar Banten (BJB) merupakan bagian dari rentetan peristiwa. Salah satunya adanya penarikan uang secara besar-besaran (rush money) dari beberapa nasabah sebesar Rp 900 miliar dalam sehari.
Komisaris Bank Banten, Mediawarman tak menampik adanya rush money dana nasabah Rp 900 miliar.
“Kita agak repot. Karena bank ini kan tugasnya mengumpulkan dana untuk disalurkan lagi dalam bentuk pinjaman. Dan cadangan (dana) kita ngga segitu. Dalam waktu itu juga kita cari dana dan dapat segitu. Dan waktu pemprov mau nari uangnya udah ngga ada ketarik nasabah,” kata Mediawarman saat ditemui di Kota Serang, Senin (29/6/2020).
Terkait pemindahan RKUD oleh Gubernur Banten, menurut Mediawarman dilakukan untuk menyelamatkan dana pendapatan yang baru. “Jadi bukan menyelamatkan dana (pendapatan) yang sudah ada, tapi pendapatan yang baru dari Bank Banten ke BJB,” ujarnya.
Oleh karena itu, untuk mengembalikan RKUD dari BJB ke Bank Banten, pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya membuat proposal penyehatan Bank Banten melalui konversi dana kas daerah sebesar Rp 1,9 triliun.
“Kami dan pemegang saham seperti arahan OJK akan menyelesaiak permaslahan ini. Salah satunya konversi, karena kebutuhan kita kan modal. Yang dulu waktu beli (akuisisi) Rp. 600 miliar dan waktu dibeli rugi Rp 750 miliar. Dan dana yng masuk itu hilang, makanya kita dr dulu minta tambahan modal,” papar mantan anggota DPRD Banten itu.
“Tapi kenapa pertimbangan modal ngga dicairkan kan ada rentetan pwristiwa dan itu kita pahami. Karena melihat Bank Banten harus melihat secara keseluruhan. OJK juga menyatakan kalau penyehatan jangan kecil-kecil dan mema g dulu butuh dana sekitar Rp 1,8 triliun,” sambungnya.
Sementara, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengungkapkan, adanya rush money membuay Pemprov Banten memindahkan RKUD ke BJB. “Ada rush sehingga Bank Banten gagal likuiditas,” katanya.
WH juga mengungkapkan, rush yang terjadi membuat keuangan Bank Banten mekin terpuruk. “Kita panggil mereka. Dan pemerintah ambil langkah RKUD,” ujarnya.
Penulis :WR

