Politik

Corona Menggila, Demokrat Banten Akan Maksimalkan Kampanye Via Medsos

Serang, – Partai Demokrat Banten akan memaksimalkan kampanye via media sosial dalan melakukan sosialisasi pengenalan jagoannya pada perhelatan Pilkada yang digelar di empat daerah.

Hal ini dilakukan karena penambahan kasus baru positif corona atau COVID-19 di tanah Jawara teris mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan mengkhawatirkan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya mengatakan, jika melakukan kampanye secara terbuka atau tatap muka akan terjadi kerumunan massa dan hal itu yang harus dihindarkan ditengah-tengah kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Banten.

“Mungkin lebih pengenalannya begitu kalau kampanye terbuka karena satu sisi pemerintah mencanangkan kalau tidak penting banget (keluar) tetap di rumah aja. Apalagi Banten sekarang pak Gubernur menerapkan PSBB karena untuk kepentangan bersama,” tutur Iti saat menghadiri hari ulang tahun Demokrat ke-19 yang digelar secara terbatas di Baros, Kabupaten Serang, Sabtu (19/9/2020).

Partai Demokrat Banten mengusung semua bakal pasangan calon (paslon) di empat daerah yang menggelar Pilkada pada tahun ini. Diantaranya, di Kabupaten Serang mengusung bakal paslon Nasrul Ulum-Eki Baehaki, Kota Cilegon mengusung Iye Iman Rohiman-Awab, Kabupaten Pandeglang mengusung incumbent Irna Narulita-Tanto W Arban dan Kota Tangerang Selatan mengusng puteri Wapres Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah berpasangan dengan Ruhamaben.

“Gerakan perubahan betul hampir 3 kabupaten kota tidak mengusung incumbent artinya kan perubahan kalau tidak saat ini kapan lagi. Cuma satu di Pandeglang incumbent. Semua prioritas (menang) sama Pandeglang kan incumben tetap harus ikhtiar tidak huforia,” katanya.

Bupati Kabupaten Lebak itu meminta kepada seluruh bakal paslon usungannya di semua daerah untuk melakukan kampanye dengan tetap mentaati protokol pencegahan penularan COVID-19 yang diterapkan pemerintah.

“Makanya kita mau tidak mau harus mengikuti kebiasaan baru dengan mentaati protokol kesehatan. Saya banyak membaca berita di daerah terpapar COVID berarti kan nyata dan sekarang sudah menyasar ke petinggi negeri,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *