Jurnalis wargaNews

Cerita Pemuda di Serang Yang Sukses Jadi Peternak Milenial

Serang, – Bagi sebagian milenial menjadi seorang peternak hewan merupakan profesi yang tidak menjanjikan, selain gambaran pekerjaannya yang kasar, kotor dan membuat tubuh berpeluh, profesi ini juga jauh di benak anak-anak milenial. namun tidak bagi fajar Fahrudin milenial asal Kota Serang.

Banten Farm peternakan kambing yang didirikan olehnya bersama dua rekannya sejak 2014, itu sukses menjadi penyuplai hewan untuk aqikah dan kurban di wilayah Serang dan sekitarnya bahkan bisa mencapai omset ratusan juta pada saat hari raya kurban.

Alumni UniversitasPadjadjaran (UNPAD) Bandung itu mengatakan, dirinya tidak menyangka ketertarikan dirinya terhadap dunia pekerja di lapangan membawa dirinya menjadi peternak kambing yang sukses. padahal, jurusan akademiknya pada saat kuliah adalah jurusan ilmu pemerintahan. baginya, menjadi peternak itu menyenangkan.

”Tujuan kami mendirikan usaha ternak ini awalnya hanya untuk memberi kemudahan teman saudara yang ingin melaksanakan akikah dan kurban,” kata Fajar, Kamis (12/8/2021)

sebelum menjadi seorang peternak, dirinya pernah mengadu nasib di Jakarta ikut dengan temannya membangun usaha bisnis laundry. meski pekerjaanya tidak terlalu berat namun dia memilih pulang kampung karena tidak kuat dengan suasana di ibukota. setelah pulang ke rumah dia mulai menekuni dunia peternakan.

”cuma 8 bulan sangat aja karena tidak menyenangkan. pekerjaan sih tidak berat cuma saya tidak suka suasananya saja setelah itu pulang,” katanya

menurutnya, menjadi peternak hewan salah satu profesi menjanjikan bagi milenial. Terlebih jika mampu bisa membaca kondisi pasar bisa mendapat keuntungan yang lumayan. Banten sendiri yang mayoritas penduduknya beragama muslim menjadi pasar yang potensial untuk usaha layanan hewan aqikah dan kurban.

”secara hitung-hitungan matematis di atas kertas sangat menjanjikan apalagi saat hari raya kurban itu harga hewan ternak lagi bagus-bagusnya,” katanya

Tak hanya itu usaha ternak pun bisa membuka lapangan kerja bagi warga setempat. kini dia sudah memiliki lima orang karyawan, diantaranya tiga orang bertugas sebagai anak buah kandang, satu orang admin media sosial dan satu lagi customer service.

”Salah satu keuntungan milenial kita bisa beralih dari pemasaran tradisional ke digital dengan transisinya jauh lebih mudah dibanding pendahulu kita,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *