News

PTM SMA Dan SMK di Banten Dimulai Besok, Ini Catatan IDAI

Serang, – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten memberi catatan terkait rencana Pemprov Banten kembali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal September 2021. Siswa dan guru yang mengikuti PTM harus menerima vaksin COVID-19.

“Guru dan perangkat sekolah lainnya
juga harus sudah divaksinasi,” kata Ketua IDAI Banten Didik Wijayanto saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Didik mengatakan, PTM dapat dimulai secara bertahap namun harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan, diantaranya, kasus aktif atau angka positivitas COVID-19 dibawah 8 persen, cakupan imunisasi COVID-19 pada anak di atas 80 persen, ketersediaan tes PCR dan ketersediaan tempat tidur rumah sakit baik layanan rawat inap maupun rawat intensif anak.

“Penilaian kemampuan murid, sekolah dan keluarga untuk mencegah penularan,” katanya.

Keputusan pembukaan sekolah dibuat secara berkala melalui evaluasi mingguan. Sekolah
berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas Kesehatan dan dinas pendidikan yang memutuskan
membuka atau menutup sekolah dengan memperhatikan kasus harian.

Disampaikan Didik, jika ada satu kasus di sekolah, maka sekolah dengan bantuan dinas kesehatan harus segera melakukan tracing, kelas atau sekolah yang terpapar dan PTM ditutup sementara dan kembali belajar jarak jauh.

“Kelas atau sekolah dapat dibuka kembali jika sudah dinyatakan aman,” katanya.

Dia meminta pemerintah daerah harus memberi kebebasan terhadap orang tua murid untuk mengambil keputusan untuk PTM setiap anaknya.

“Sekolah memfasilitasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka maupun daring kepada semua anak sesuai dengan pilihan orangtua,” katanya.

Selain itu, siswa pun harus sudah dapat memahami protokol kesehatan selama kegiatan PTM seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengetahui apa yang boleh dilakukan untuk mencegah transmisi COVID-19 dan hal yang tidak boleh dilakukan karena berisiko tertular atau menularkan COVID-19.

“Anak tidak ada komorbiditas (termasuk obesitas), jika terdapat komorbiditas harap
mengkonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *