Jurnalis wargaNews

Mahasiswa Ricuh Di Ruang Paripurna, Ketua DPRD Cilegon : Seperti Sudah Di Skenariokan

Cilegon, – Setelah terjadinya kericuhan dari sejumlah mahasiswa di ruang rapat paripurna kemarin, akhirnya mendapat tanggapan dari ketua DPRD Kota Cilegon.

Sebelumnya ada sejumlah Mahasiswa yang tergabung dari organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), yang sempat di seret paksa oleh petugas keamanan dalam (Pamdal) DPRD Cilegon, akibat mengkritik pengesahan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara atau KUA-PPAS yang dinilai tidak transparan.

Menurut Isro Mi’raj selaku ketua DPRD Kota Cilegon, aksi gaduh yang dilakukan mahasiswa ini sangat tak pantas, lantaran kebijakan yang diambil seluruhnya berdasarkan dari musyawarah seluruh elemen dan tokoh masyarakat yang sebelumnya telah digelar dalam kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan musrembang.

“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa, namun seharusnya aksi itu tidak dilakukan sewaktu rapat di ruang paripurna yang sedang berlangsung. Terlebih lagi di sana juga kan ada tokoh masyarakat serta jajaran forkopimnda yang hadir dalam rapat,” kata Isro saat ditemui di ruang kerjanya (7/09/2021).

Ia juga menduga, bahwa aksi yang dilakukan tersebut seperti sudah diskenariokan, lantaran sejumlah mahasiswa itu tidak di undang dalam rapat itu tetapi tetap bisa memasuki gedung serta membawa spanduk besar.

“Saya bertanya-tanya, mengapa para mahasiswa itu bisa menerobos masuk ke ruang rapat meskipun tidak diundang, terlebih lagi mereka naik ke atas dengan membawa spanduk besar,” pungkasnya.

Akibat para mahasiswa yang menerobos masuk itu, akhirnya membuat petugas keamanan DPRD mengusirnya secara paksa, agar rapat yang sedang berlangsung itu tetap berjalan secara kondusif.

Penulis:DM

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *