350 Ton Sampah Liar di Kota Serang Tidak Terangkut Selama Pandemik
Serang, – Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang mencatat sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat meningkat selama pandemik COVID-19.
Selama PSBB, banyak orang yang memusatkan sebagian besar aktivitasnya di rumah. Kebiasaan berbelanja pun tampak bergeser ke arah pembelanjaan daring.
Kepala Dinas LH Kota Serang Ipiyanto mengatakan, dengan meningkatnya sampah rumah tangga tersebut mengakibatkan timbulnya 350 sampah liar per hari di Kota Serang. Dari total 800 ton sampah yang mampu terangkut sebanyak 450 ton.
“Bukan sisanya (sampah) yang tidak terangkat tapi masyarakat tidak membuang sampah pada tempatnya,” kata Ipi saat dikonfirmasi, Jumat (24/9/2021).
Dia mengatakan mayoritas sampah liar yang ada merupakan sampah plastik. layanan pesan antar yang menjadi penyumbang sampah plastik terbesar.
“Masyarakat melakukan pemesanan melalui online dengan ada gofood. Jadi sampah plastik di perumahan lebih banyak sebelum kan sering nongkrong diluar,” katanya.
Dia menjelaskan, masyarakat membuang sampah di drainase, sungai dan tanah kosong sehingga petugas sulit untuk mengakses pada saat pengangkutan. Sementara ini masih memprioritaskan mengangkut sampah dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah disediakan di masing-masing lingkungan.
“Karena memang sampah liar. Kan tugas kami mengangkut dari TPS ke TPA. Kalau TPS liar kalau sepanjang mampu kita angkut ya kita angkut,” katanya.
Kendati demikian, Ipiyanto menyampaikan untuk volume sampah di Kota Serang tidak mengalami peningkatan, namun hanya bergeser dari TPS umum ke perumahan-perumahan warga.
“Tidak jauh berbeda antara di masa COVID-19 dengan sebelum jumlah itu sama hanya yang membedakan ini hanya titik lokasi saja,” katanya.
Penulis:WR

