HeadlineNews

Didesak Cabut Laporan, Ini kata Gubernur Wahidin

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim nampaknya masih enggan mencabut laporannya terhadap buruh yang melakukan aksi penerobosan dan pendudukan ruangan kerjanya meski mendapat desakan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Mereka meminta Wahidin dengan buruh di Banten melakukan keadilan restoratif (restorative justice) atau tempuh jalur damai

“Ya manusiawi kita bicara kemanusiaan nanti. Liat dulu sebenarnya motivasinya apa? peristiwa seperti apa? Gua kan gak tahu,” kata Wahidin saat dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021).

Kendati demikian, saat ini dirinya masih mempertimbangkan langkah restorative justice dengan meminta pendapat berbagai pihak termasuk dengan kuasa hukum. Dia meminta diberi waktu untuk berfikir jika diminta mencabut laporan.

“Sekarang masalahnya apa yang ditahan nanti dulu saya panggil dulu kuasa hukumnya. (Pendapat) dari berbagai sisi-sisi,” katanya.

Selain itu, mantan Wali Kota Tangerang itu mengaku ingin mengetahui sosok sejumlah buruh yang menggeruduk kantornya. Dia ingin bertemu dan mendengar langsung alasan, ruangan kerjanya diduduki paksa.

“Catat dulu nama-namanya siapa orangnya dimana? Gua pengen tahu. Dari dulu sebelum lahir juga udah maafin orang. Apapun gua orang paling ikhlas,” katanya.

Namun, dia menegaskan akan menutup pintu rapat-rapat jika kembali berunding dengan buruh membahas persoalan revisi UMP dan UMK. Sebab, menurutnya apa yang telah diputuskannya sudah sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang ada.

“Ketemu lagi apa urusannya. Kalau ketemu lagi apa urusannya paling mereka minta naik kalau saya gak bisa naikin. Lalu dia ngancem mogok ya kalau mogok terus perusahaan bisa kabur,” katanya.

Orang nomor satu di Banten itu pun mengaku tidak khawatir akan sulit mendapat dukungan buruh pada Pilkada 2024 mendatang imbas dari konflik tersebut. Bahkan, dia mengatakan tidak akan mengikuti jejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Saya mah gak berpikir politik kaya Anies. Saya mah gak ada berpikir soal politik kedepan saya mah menjalankan aturan dan saya gak bisa diintimidasi dengan aturan aja dulu,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *