Kasus PMK Meningkat, Stok Hewan Kurban di Banten Dijamin Aman Jelang Idul Adha
Serang, – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Provinsi Banten Agus Tauchid memastikan stok hewan ternak aman untuk perayaan Idul Adha pada 9 Juli 2022 mendatang, meski kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terus mengalami peningkatan.
“Untuk stok kita sudah antisipasi normal kebutuhan. Kami yakin PMK ini tidak menjadi pembatas umat muslim di Banten untuk berkurban,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (2/6/2022).
Agus mengatakan, kebutuhan hewan ternak untuk kurban di Provinsi Banten sebanyak 48.236 ekor terdiri dari 10.386 ekor kambing, 24.208 ekor domba, 12.694 ekor sapi dan 948 ekor kerbau.
Sementara untuk stok yang tersedia sendiri saat ini 39.817 ekor terdiri dari 4.001 ekor sapi potong, 1.221 ekor kerbau, 20.462 ekor kambing dan 14.134 ekor domba.
“Kami akan menyetok hewan dan menjamin hewan yang bebas dari PMK dengan berbagai cara,” katanya.
Disampaikan Agus, berdasarkan data yang dihimpun Dispertan Banten total jumlah kasus PMK di wilayahnya meningkat menjadi 43 kasus atau bertambah satu kasus. Terbanyak masih berada di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Dengan ada PMK masyarakat jangan panik dan tidak jadi ancaman. PMK bisa disembuhkan dan tidak menular ke manusia,” katanya.
Untuk mengantisipasi virus yang menyerang hewan ternak tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari mendirikan check point di sekitar Gunung Sindur atau daerah yang berbatasan dengan Jawa Barat dan di Pelabuhan Merak yang menjadi akses pengiriman dari Sumatera.
“Memfungsikan cek poin di Merak dan Gunung Sindur. Antisipasi keluar masuk hewan ternak,” katanya.
Penulis:WR

