HeadlineNews

Mimpi Warga Pulau Tunda Dialiri Listrik 24 Jam

SERANG – Warga Pulau Tunda di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, masih belum dapat merasakan aliran listrik 24 jam penuh meski fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sudah terbangun sejak tahun 2018.

Menurut Kepala Desa Wargasara, Hasyim PLTS tersebut sudah lama rusak. Akibatnya kebutuhan listrik masyarakat tidak tercukupi. “Panel surya itu nggak stabil, nggak cukup, hanya sekedar lampu saja yang nyala, tidak bisa dipakai untuk yang lain-lain,” ujar Hasyim, Sabtu (18/6/2022) lalu.

Saat ini masyarakat Pulau Tunda hanya bisa merasakan aliran listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang beroperasi terbatas yakni hanya dari pukul 18.00 sampai 06.00 WIB. Namun, jika solar di diesel habis para warga hanya bisa menikmati listrik sekitar 4 jam saja.

“Nah kalo pakai tenaga diesel lumayan, kita bisa pake TV, kulkas bahkan mesin cuci bisa lah, listrik ini cuma 4 jam sampe 6 jam, adapun nyala sampe 12 jam itu juga sudah syukur,” kata Hasyim.

Diakui Hasyim, warganya kerap kali merasa berat membayar BBM untuk listrik. Pihak desa sendiri menyesuaikan tarif berdasarkan kondisi ekonomi warga. “Ini satu malam untuk orang nggak punya atau kelas menengah kebawah itu Rp4.500 per malam dan untuk yang mampu bayarnya Rp8.000 hingga Rp15.000 per malam,” imbuhnya.

PLTD bertahan hanya beberapa jam saja lantaran masyarakat tidak mampu membayar biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis solar. “Masyarakat gak kuat bayar biayanya, jadi ya gak bisa bertahan lama,” tutur Hasyim.

Rosid Rido, warga setempat mengatakan awalnya PLTS dengan kapasitas 50 kWh diharapkan bisa beroperasi maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga, sementara PLTD hanya digunakan untuk keadaan darurat.

“Seharusnya tahun 2018 Pulau Tunda itu 24 jam, seharusnya. Tetapi pada akhirnya tidak bisa terpakai. Hingga saat ini ya mangkrak begitu saja. Mesin portabel bahan bakar solar ini hanya bisa memberikan pasokan listrik bertahan kurang lebih mulai dari jam 18.00 sampai pukul 06.00 WIB,” tutur pria yang akrab disapa Ocid.

Ia berharap pihak manajemen mampu mengelola PLTS dengan baik sehingga masyarakat menerima dampak manfaatnya. “Semua balik lagi ke manajemen, semoga kedepannya dapat beroperasi,” katanya.

Penulis : Tim Jurnalis Warga Banten

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *