HeadlineNews

Gara-gara Corona Dan Stadion, Pemprov Banten Harus Cicil Utang Setiap Tahun, Segini Besarannya

Serang, – Pemerintah Provinsi Banten sudah mulai menyicil utang dari perusahaan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp830.9 miliar. Setiap tahun, sejak 2021 hingga 2028 Pemprov Banten harus membayar cicilan utang.

Uang pinjaman itu sendiri sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Pemerintah Provinsi Banten 2020 untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) pandemik COVID-19.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, dari rencana pinjaman Rp851 miliar pada 2020 hanya terealisasi Rp830.9 miliar.

Rina menjelaskan dari nilai pinjaman tersebut Pemprov Banten menanggung biaya provisi 1 persen dari jumlah kumulatif pinjaman satu kali, biaya pengelolaan sebesar 0.185 persen setiap tahun dari tahun 2020 sampai dengan 2028 berdasarkan outstanding dan pokok angsuran dari tahun 2021 sampai dengan 2028

“Tapi tidak dikenakan bunga pinjaman,” kata Rina saat dikonfirmasi, Selasa (9/8/2022).

Rina mengatakan, saat ini Pemprov Banten sudah membayar dua kali cicilan angsuran pokok dan biaya pengelolaan dari 2021 hingga 2022. Nilai pembayaran pokok 2021 senilai Rp8,9 miliar dan 2022 Rp34,6 miliar.

“Pembayaran biaya pengelolaan yang sudah masuk pada 2021 Rp1,53 Miliar dan 2022 Rp1,52 Miliar,” katanya.

Mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak itu menuturkan pembayaran cicilan utang Pemprov Banten ke PT SMI baru akan membengkak pada 2023 hingga 2027 sebesar Rp138,4 miliar per tahun. Hal itu berdasarkan hasil hitungan kesepakatan pinjaman

“Nanti 2028 sisanya sekitar Rp94 miliaran,” katanya.

Sementara, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten optimis mampu membayar lunas utang sesuai target angsuran pada 2028 mendatang.

“Tapi kalau itu sangat mungkin bisa melakukan (membayar) karena tanpa bunga dan waktunya 10 tahun,” katanya.

Diketahui sebelumnya, sebagian dari anggaran pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) daerah, yakni sebesar Rp446 miliar, dialokasikan untuk membangun Sport Center.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *