Diduga Diintimidasi, Warga Yang Posting Jalan Rusak di Cilegon Tiba-tiba Minta Maaf
Cilegon – Seorang warga Cilegon diduga mendapatkan intimidasi lantaran memposting cuplikan video korban kecelakaan tunggal di media sosial akibat jalan di daerah Kedung Bulus Kelurahan Ciwedus mengalami kerusakan parah.
Dalam postingan video berdurasi 42 detik itu memperlihatkan, dimana ada seorang Pedagang Sekuteng yang tergeletak di halaman mini market daerah Ciwedus pasca telah mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan yang berlubang.
Sementara itu, pedagang sekuteng yang menjadi korban kecelakaan tunggal dikabarkan telah meninggal dunia.
Setelah beberapa hari selanjutnya orang yang merekam video peristiwa kecelakaan tunggal itu, tiba-tiba mengklarifikasi dan meminta maaf ke Walikota Cilegon mengenai vidio yang sempat diunggahnya. Hal itu membuat Ketua DPRD Kota Cilegon menyayangi atas video klarifikasi dan permintaan maaf kepada pihak pemkot Cilegon dari orang tersebut.
“Saya sangat menyayangkan atas ucapan vidio klarifikasi yang beredar di beberapa grup whatsapp (WA), mengingat ini karena warga yang merekam kejadian itu hanya meminta tolong kepada PemkotĀ Cilegon agar jalan itu segera diperbaiki dan juga sebagai bentuk kritikan masyarakat. Namun, bukannya mendapatkan ucapan terimakasih warga tersebut diduga malah di intimidasi hingga postingan vidiobitu di hapus dari media sosial,” ungkap Isro, pada saat ditemui di ruangannya 12 Agustus 2022.
Selain itu juga, sambung Isro bahwa dirinya juga mempertanyakan atas lambatnya kinerja Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon. Hal ini dikarenakan anggaran untuk perbaikan jalan sudah ada dan telah di siapkan namun dalam realita perbaikan jalan tersebut tak kunjung di laksanakan dengan alasan yang tidak jelas.
“DPUTR Kota Cilegon sangat lambat dalam kinerja memperbaiki ruas jalan yang rusak. Apalagi, anggaran untuk jalan yang rusak sudah di anggarkan pada tahun 2021 lalu namun sampai di pertengahan tahun 2022 ini belum di realisasikan. Artinya kan DPUTR kota cilegon tidak jelas dalam memperbaiki ruas jalan rusak dengan alasan yang tidak rasional,”tegas Isro.
Tak hanya itu, dikatakan Isro pihaknya mendorong kepada pihak terkait agar jalan yang rusak tersebut yang menjadi penyebab banyaknya kecelakaan agar segera di tuntaskan. Hal ini karena masyarakat Cilegon sudah taat membayar Pajak dengan sebaliknya namun pada realitanta masyarakat tidak bisa merasakan kenyamanan fasilitas jalan umum.
“Saya meminta dan mendorong agar Pemkot Cilegon untuk segera diperbaiki yang berada di jalan ciwedus. Mengingat, kejadian itu bukan hanya sekali. Namun sering terjadi kecelakaan. Ditambah lagi, masyarakat sudah membayar pajak. Maka dari itu saya menegaskan agar segera di perbaiki ruas jalan di ciwedus agar masyarakat juga nyaman dalam memakai fasilitas umum pada ruas jalan di ciwedus,”tegas Isro.
Isro menegaskan agar Walikota Cilegon seharusnya dapat menekan DPUTR Kota Cilegon untuk segera melakukan perbaikan jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan roda perekonomian.
“Saya meminta pada Walikota Cilegon dalam hal ini Helldy untuk menekankan pada DPUTR Kota Cilegon untuk memperbaiki ruas jalan di ciwedus. Mengingat jalan kan merupakan akses buat masyarakat dalam menunjang perekonomian pada masyarakat Kota Cilegon,” tutupnya.
Dilain itu, sampai saat ini pihak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon sangat sulit dihubungi maupun ditemui hingga tidak berkenan memberikan pernyataan atas banyaknya jalan yang rusak di Kota Cilegon.
Penulis:RC

