Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Hingga Malam Dibubarkan Paksa Rektor, Sempet Buat Lalu Lintas Lumpuh Berjam-jam
Ratusan mahasiswa berdemonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (8/9/2022). Lalu lintas di Jalan Utama Kota Serang sempat lumpuh hingga 4 jam.
Alsi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan dari aliansi mahasiswa pemuda dan rakyat (Ampera) baru bubar setelah Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin sekira pukul 19:15 WIB.
Saat massa mahasiswa bertahan dan menyampaikan orasi sambil membakar ban di depan gerbang Kampus UIN SMH Banten tiba-tiba Wawan tiba bersama pejabat rektorat kampus membubarkan massa dan menutup gerbang secara paksa.
“Saya tidak ingin karena kepentingan sesaat kampus kami rusak mohon maaf terimakasih. Kampus sudah sekian tahun dibangun tidak ridho kampus sampai hancur lebur kasihan anak-anak yang mau kuliah kasian masyarakat yang membiayai kasian negara,” kata Wawan kepada wartawan.
Wawan mengatakan, tindakan pembubaran paksa yang ia lakukan bukan bertujuan untuk melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, ia tidak ingin niatan baik itu dirusak dengan aksi anarkis hingga mengganggu ketertiban umum.
“Jalanan umum sampai kehalang yang sakit ambulan terganggu yang mau demo silahkan tapi tolong ke sana tuh ke DPRD siapapun hak warga tapi jangan anarkis tempatnya lega disana,” katanya.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa sempat menutup Jalan Jenderal Soedirman hingga Ahmad Yani. Empat arah ruas jalan di Lampu Merah Ciceri yang merupakan Kota Serang lumpuh.
Mahasiswa berkumpul di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten sejak pukul 15:30 WIB. Mereka berjalan sekitar 200 meter ke Lampu Merah Ciceri, Kota Serang.
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Serang itu kemudian berorasi penolakan kenaikan harga BBM di Lampu Merah Ciceri. Ratusan peserta aksi meluber hingga menutup akses Jalan dari berbagai arah di Simpang Lampu Merah Ciceri.
Dalam orasinya, salah satu mahasiswa mengatakan, kebijakan kenaikan BBM merupakan bentuk penindasan rezim Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Pemerintah telah melakukan persekongkolan dengan oligarki
“Bukan memperbaiki ekonomi malah membuat masyarakat makin menjerit,” katanya.
Polisi mengalihkan arus lalu lintas yang menuju ke Lampu Merah Ciceri sehingga mengakibatkan kemacetan panjang hingga dua kilometer.
Arus lalu lintas dari arah timur dialihkan ke Bhayangkara, dari arah barat ada dua penyekatan, sekat pertama dari arah Ramayana dialihkan ke Kebon Jahe Lampu merah, lalu dari arah Semur Pecung ke Cijawa dan Rau. Kemudian arus kendaran dari Bunderan Ciceri diputar balikan ke Cijawa dan Bhayangkara
Sekira pukul 18:00 WIB massa mahasiswa bergeser dari Lampu Merah dan hendak masuk ke SPBU Ciceri namun dihalau oleh aparat kepolisian. Sehingga mahasiswa berbalik arah ke depan Kampus UIN SMH Banten. Disana mereka kembali berorasi secara bergantian dan membakar ban sehingga melumpuhkan empat jalur lalu lintas di Jalan Sudirman.
Gelombang demonstrasi menolak kenaikan harga BBMÂ di Kota Serang, Banten terus bergulir sejak Presiden Joko Widodo menaikkan harga Pertalite, Solar, hingga Pertamax beberapa waktu lalu. Mereka menuntut pemerintah kembali menurunkan harga BBM bersubsidi.
Penulis:WR

