Advertorial

Ketua DPRD Cilegon: Melestarikan Pencak Silat Adalah Merawat Budaya Leluhur

Cilegon, – Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj mengatakan, melestarikan pencak silat merupakan upaya lain dalam rangka merawat budaya leluhur supaya tidak punah ditelan zaman. Hal ini disampaikan, Isro saat menghadiri dalam Acara Launching Mulok Pencak Silat Tiga Pilar.

“Maka untuk itu kita sudah tepat sasaran untuk mempertahankan pewaris budaya adalah para siswa usia dini agar sejarah budaya tidak punah dan hilang begitu saja,” ujar Isro.

Kegiatan yang diselenggarakan Disdik Kota Cilegon ini bertujuan dalam rangka pembinaan dan pelatihan pencak silat jenjang pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam rangka mendukung pelestarian budaya, kata Isro, DPRD Kota Cilegon sudah membuat Perda kepemudaan yang memang salah satu klausul di dalamnya membahas terkait pencak silatnya.

“Untuk apalagi menunggu tahun depan, tahun ajaran ini saja harus segera dijalankan supaya anak sekolah mengetahui sejarah pencak silat asli dari Banten dan menguasai silat serta sejarah berdirinya pencak silat asli dari Banten tersebut,” katanya.

Selain itu jika siswa ingin berprestasi di bidang pencak silat ada wadah khusus untuk menjadi atlet baik tingkat kota maupun provinsi bahkan tingkat nasional.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan pihaknya bersama tiga pilar sudah melaksanakan muatan lokal silat di tingkat SD dan SMP.

Itu sesuai dengan adanya keputusan Gubernur Banten melalui Pergub Nomor 12 tahun 2018 tentang Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Pencak Silat bagi Pendidikan, dan juga melalui Perda Kota Cilegon Nomor 10 tahun 2022 tentang kepemudaan yang salah satunya ada pencak silat serta Peraturan Walikota Cilegon (Perwal) nomor 52 tahun 2021 tentang penerapan kurikulum muatan lokal pada satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar.

“Mulok silat ini perlu untuk segera di laksanakan di tahun ajaran tahun ini,” kata Heni.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *