HeadlineNews

Warga Miskin di Banten Naik 15 Ribu Orang, Rokok kretek jadi biang kerok

Serang, – Penduduk miskin di Banten bertambah dari 6,16 persen pada Maret 2022, menjadi 6,24 persen pada September 2022. Artinya, ada kenaikan sekitar 15,64 ribu penduduk miskin hanya dalam enam bulan.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2022 sebanyak 829,66 ribu orang, naik 15,64 ribu orang terhadap Maret 2022,” kata Statistik Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Indra Warman melalui saat konferensi pers, Senin (16/1/2023).

Dia mengatakan, Rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan. Sedangkan di daerah perdesaan, beras menjadi penyumbang terbesar. Berdasarkan catatan BPS dua komoditi ini paling dominan pengaruhi kemiskinan di tanah Jawara.

“Rokok menyumbang sebesar 17,75 persen paling tinggi dibanding komoditi lain di perkotaan. Sedangkan di desa masih beras yakni 20,95 persen,” katanya.

Selain itu, kata dia, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Banten. Yakni kenaikan harga bahan bakar minyak pada September 2022 dan inflasi umum periode Maret 2022-September 2022 sebesar 3,08 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi umum periode September 2021-Maret 2022 sebesar 2,70 persen.

Selain itu, ada juga pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2022 tumbuh sebesar 6,15 persen (y-on-y), meningkat dibandingkan triwulan I 2022 yang tumbuh sebesar 2,92 persen.

“Ada juga NTP (nilai tukar petani) September 2022 sebesar 99,97 persen meningkat dibanding Maret 2022 sebesar 99,03 persen,” katanya.

lanjut Indra, pada Agustus 2022 persentase tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 8,09 persen. Angka TPT di daerah perkotaan sebesar 8,13 persen.

“Daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan sebesar 7,95 persen,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *