Ribuan Anak di Kota Serang Putus Sekolah
Serang, – Ribuan anak di Kota Serang mengalami putus sekolah atau tidak sekolah (ATS). Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator United States Agency for International Development (USAID) Efektif, Efisien dan Kuat (ERAT) Provinsi Banten Bonik Maulana.
Bonik Maulana mengatakan, data tersebut berdasarkan data Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih ada ribuan anak di Kota Serang putus sekolah.
“Angka putus sekolah totalnya 8.078 jadi masih cukup banyak,” kata Bonik, Kamis (27/7/2023).
Bonik menjelaskan, penyebab anak putus sekolah diantaranya karena masalah keterbatasan ekonomi dan permasalahan keluarga.
Oleh karena itu, pihaknya telah membuat program pengembalian anak tidak sekolah ke sekolah yang disinergikan dengan program Gerakan Aje Kendor Sekolah milik Pemerintah Kota Serang.
“Ini sebagai pemicu awal. Ke depan mudah-mudahan bisa didorong lambat laut bisa ke sekolah,” katanya.
Sementara, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, dari kolaborasi USAID ERAT Provinsi Banten dengan Pemkot Serang sebanyak 133 anak putus sekolah telah kembali melanjutkan ke sekolah.
“Ketika hadir USAID kami sudah mendapatkan data, ada sekitar 133 anak yang kembali lagi ke sekolah,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang itu memperkirakan angka anak putus sekolah di Ibukota Banten tersebut tidak hanya sejumlah 133 anak melainkan bisa lebih banyak. Sehingga ia meminta camat dan lurah untuk segera mendata warganya yang putus sekolah.
Kendati demikian, ia membantah angka anak putus sekolah di wilayahnya mencapai 8.078 orang.
“Kepada lurah dan camat untuk segera memberikan data yang valid untuk masing-masing wilayahnya dan kalau masih usia anak sekolah segera kembalikan ke sekolah,” katanya.
Penulis:WR

