Disnakertrans Kabupaten Serang Suskses Gelar Job Fair
SERANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang sukses menggelar kegiatan Job Fair pada 11 sampai 12 Oktober 2023 di aula Universitas Faletehan, Kecamatan Kramatwatu.
Job Fair digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-479 Kabupaten Serang. Job Fair diikuti oleh 35 perusahaan dan tersedia 2.450 lowongan kerja baik dalam negeri maupun luar negeri.
Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak. mengatakan, kegiatan Job Fair rutin digelar Disnakertrans Kabupaten Serang.
“Itu bagian dari upaya kami untuk menangani tingginya angka pengangguran dengan mengajak perusahaan-perusahaan,” ujar Tatu, belum lama ini.
Ia menjelaskan, acara Job Fair dilaksanakan secara hybrid atau secara online dan offline sehingga Pencari Kerja (Pencaker) yang datang tidak membeludak.
“Yang terlibat dalam Job Fair tersebut baru 35 perusahaan. Saya minta ke Kepala Disnakertrans agar Job Fair ini dibuka setahun dua kali dan perusahaannya bergantian karena kita punya 700 perusahaan lebih,” katanya.
Dia menuturkan, dengan banyaknya perusahaan yang mengikuti Job Fair, diharapkan peluang lowongan kerjanya semakin banyak karena tingkat pengangguran di Kabupaten Serang mencapai 10,61 persen dan tertinggi di Provinsi Banten.
“Hal tersebut tugas bersama bukan hanya tugas pemerintah tapi menjadi tanggung jawab perusahaan juga,” paparnya.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, S.H., M.M. mengatakan, pada hari pertama dibukanya Job Fair tersebut, pihaknya membatasi kunjungan hanya 500 orang dan hari berikutnya atau hari terakhir Job Fair 500 orang.
“Mereka sudah scan barcode dua hari sebelum acara untuk jalur antreannya,” jelasnya.
Adapun untuk Pencari Kerja (Pencaker) yang belum berkesempatan mengikuti Job Fair secara langsung bisa mengikuti secara online.
“Kita buka kesempatan tersebut, mudah-mudahan cocok antara lowongan yang ada dengan tenaga kerja yang bersedia. Setelah daftar mereka tetap harus jalur tes dan ada yang langsung interview di tempat,” tuturnya.
Dirinya pun mengungkapkan, sebelum pencaker masuk ke stand-stand mereka sudah diberi arahan oleh panitia sehingga mereka langsung menuju perusahaan yang dituju.
“Terus setiap 100 orang kita beri waktu 30 menit di dalam, setelah itu pencaker yang lain. Pendaftar didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tapi Lowongan Kerja (Loker) untuk lulusan S-1 dan S-2 juga ada untuk manajer,” ungkapnya.
Diana menambahkan, dari 2.540 lowongan kerja yang tersedia, 40 persennya untuk penempatan ke luar negeri seperti ke Jerman, Malaysia, Korea, Jepang dan Singapura.
“Yang ke luar negeri kebanyakan perawat dan manufaktur,” pungkasnya.(adv)

