Selalu Jadi Ranking Satu Pengangguran, Pemprov Banten Ragukan Data BPS
Serang, – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Virgojanti mempersoalkan kriteria pendataan pengangguran oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pasalnya, kata Virgo, banyak orang yang menganggur tapi memperoleh penghasilan yang cukup tinggi di dunia maya.
Diketahui, Provinsi Banten kembali menempati posisi tertinggi angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) se Indonesia periode Agustus 2023.
“Sekarang kan banyak kerja freelancer. Di rumah aja dapat duit, apakah itu masuknya pengangguran,” kata Virgo, Rabu (8/11/2023).
Virgo mendorong BPS untuk menjabarkan metode pendataan angka pengangguran yang dilakukan selama ini. Tidak hanya mengungkapkan data dan jumlah tapi juga harus menjelaskan kriteria-kriteria orang masuk dalam ketegori pengangguran.
“Apakah yang kerja itu harus berangkat dari rumah ke kantor, dari rumah ke pabrik, kan enggak. Ngapain juga udah dapat passive income, capek-capek keluar,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Virgo, dengan era transformasi digital saat ini, BPS harus kembali mengkaji sejumlah kriteria pengangguran. Banyak orang yang punya penghasilan cukup di rumah saja dengan berjualan online shop dan lain-lain.
“Ini yang perlu kita ini kan (bahas). Kita harus lihat ke sana, kan banyak orang gak kerja tapi dia sebenernya kerja,” katanya.
Kendati demikian, orang nomor dua di Banten itu mengakui Angka pengangguran di tanah Jawara masih tinggi di atas rata-rata nasional mencapai sebesar 7,52 persen. Namun, ia mengatakan, angka itu terus mengalami penurunan.
“Kita masih berada di bawah rata-rata nasional, sekira 7 persen. Tapi kita setiap tahun ada penurunan,” katanya.
Penulis:WR

