News

Privilage Dinasti Banten

Privilage Dinasti Banten

Kata privilege dan dinasti pasti sudah tidak asing di telingan kita, terlebih 2 kata ini di kaitkan dengan Daerah Banten. Apakah privilage di dalam pemerintahan Banten memberikan keuntungan bagi masyarakat Banten atau keuntungan sendiri bagi Dinasti Banten?

Dinasti Banten/dinasti politik adalah sebuah kekuasaan politik yang di jalan kan oleh sekelompok orang yang masih memiliki hubungan keluarga, entah suami–istri,anak–orang tua, antar ipar, dan lain–lain.

Privilage sendiri bisa kita artikan sebagai keuntungan/kesempatan dimana tidak semua orang bisa mendapatkan itu. Privilage bisa di dapat salah satunya dengan hubunga kekeluargaan.

Privilage dinasti Banten sudah menjadi rahasia umum atau mungkin tidak pantas disebut rahasia. Sudah terlalu banyak orang yang tahu, bahkan banyak yang menutup mata seolah privilage dinasti Banten bukan lah sesuatu yang aneh.

Bagaimana tidak, sistem politik Banten di laksanakan oleh orang orang yang masih memiliki hubungan kekeluargaan, seperti Ratu Tatu Chasanah S.E.,M.A. Ak, Tubagus Haerul Jaman S.E, DR. Andika Hazrumy, S.sos.,M.A.p, dan lain lain.

Mereka bertiga merupakan salah satu contoh dari orang orang yang bisa di katakan ikut serta dalam menjalankan dinasti politik di Banten. Dengan masih adanya keterikatan kekeluargaan hal ini bisa menjadi keuntungan dan kebuntungan.

Yang menjadi pertanyan adalah, apakah privilage dinasti Banten ini memberikan dampak positif ke rakyat/pelaku dinasti?

Jika kita lihat dengan adanya dinasti politik ini tidak memberikan dampak yang baik terhadap masyarakat Banten malah memberikan dampak baik terhadap para pejabat.

Contohnya Ratu Tatu S.E.,M.A.Ak di kabar memiliki kekayaan 49,3 miliar serta 89 tanah yang bernilai fantastis dengan jabatan sebagai bupati serang 2 priode 2016-2021 dan 2021-2024.

Tidak sebanding dengan kondisi masyarakat Kabupaten Serang yang masih miskin. Pembangunan pembangunanpun masih di rasa kurang di daerah Kabupaten Serang.

Belum lagi masalah masalah di Banten seperti sulit nya mencari lapagan kerja, kemiskinan, stunting, kurang nya fasilitas kesehatan. Dengan fakta bahwa perpolitikkan Banten di kuasai oleh keluarga Bapak khasan, bukannya potensi untuk membangun Banten bersama sama menjadi lebih baik menjadi lebih besar?.

Dengan fakta masyarakat Banten merasakan kemiskinan, susahnya mencari lapangan kerja, dan lain lain. bukan kan seharusnya ada perubahan supaya masyarakat bisa hidup dengan makmur.

Tapi saya rasa itu mustahil. Terlalu besar rasa nya jika para masyarakat biasa menentang sebuah dinasti yang menguasai politik di Banten. Saya terkadang berandai andai apakah bisa mahasiswi seperti saya bisa mendobrak dinasti Banten saat ini, ataukah itu hanya angan–angan biasa dari mahasiswa biasa seperti saya?

 

Oleh: Naila Zhafira

Nim: 6662230089

Kelas: 1C

 

 

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *