Advertorial

Dindikbud Kabupaten Serang Ingin Angka Harapan Lama Sekolah Meningkat

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang pada tahun 2024 ini sudah memastikan bahwa angka putus sekolah di Kabupaten Serang sudah zero persen. Setelahnya, ada capaian lain yang ingin diraih.

Di mana, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh Dr. H. Asep Nugrahajaya, M.Pd. dan Sekretarisnya H. E. Kosasih, S.Pd., S.Sos., M.Ap ingin angka harapan lama sekolah terus diupayakan meningkat.

Harapan lama sekolah adalah bagaimana upaya pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan fasilitasi terhadap pendidikan, baik pendidikan usia Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kita mencoba fasilitasi hal itu dari penyediaan sarana dan prasarana (sarpras), penyediaan beasiswa pendidikan, baik SD, SMP dan perguruan tinggi. Itu langkah yang sudah kami lakukan,” papar Asep kepada awak media.

Ia bersyukur angka harapan lama sekolah di Kabupaten Serang cukup tinggi. Bahkan ada eskalasi positif sehingga rata rata lama sekolah naik, diharapkan dengan angka lama sekolah naik, maka indeks pendidikan naik dan berdampak pada angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baik.

Kemudian ada program prioritas terkait dukungan Pemerintah Kabupaten Serang (Pemkab) Serang atas peningkatan angka partisipasi sekolah, rata rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Yakni melalui beasiswa perguruan tinggi, tetap masih terus dilakukan. Baik dari beasiswa pendidikan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), beasiswa fresh graduate untuk anak Sekolah Menengah Atas (SMA) masuk ke Universitas Indonesia (UI), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Untuk program beasiswa perguruan tinggi UI direncanakan untuk tujuh orang, kalau kedokteran tentatif tergantung yang lulus. Terus beasiswa ke Untirta D1 nanti kita akan siapkan, ITB pun masih ada nanti kita lihat kuotanya paling tidak sama seperti tahun kemarin,” ucapnya.

Kemudian program prioritas lainnya berkenaan dengan peningkatan kualitas sarana prasarana, adalah melaksanakan perbaikan untuk fasilitas SD dan SMP termasuk rencana rehabilitasi SDN Kali Lanang 2 di Bojonegara.

“Sebetulnya SDN Kali Lanang 2 sudah masuk program prioritas 2024 hanya kebetulan kita belum melakukan launching untuk lelang baru mau survei real teknisnya hari itu juga roboh kena bencana alam. Kita sudah punya short list untuk sekolah yang jadi sasaran Rehabilitasi baik SD, SMP,” tuturnya.

Pada tahun 2024 juga pihaknya terus melakukan pemenuhan kebutuhan mebeler untuk sejumlah sekolah. Dimana program pengadaan mebeler tersebut adalah program berkelanjutan sejak tahun 2023.(ADV)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *