2 Bacagub Banten Umbar Janji Sekolah Gratis
Serang, – Dua kandidat bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni-Dinyati dan Airin-Ade Sumardi mulai mengubar janji demi mendapat suara dan dukungan masyarakat.
Salah satu isu yang tengah menjadi jualan mereka adalah soal pendidikan. Diketahui bidang pendidikan menjadi tantangan di Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata lama sekolah di Banten mencapai 9,15 tahun, di atas nasional 8,77 tahun. Namun, menurutnya, kesenjangan antar daerah terlalu tinggi.
Rata-rata lama sekolah terendah di Kabupaten Lebak 6,6 tahun. Sementara tertinggi di Kota Tangerang Selatan 11,85 tahun.
Lalu apa yang bakal dilakukan kedua bakal pasangan calon tersebut?
Bakal calon Gubernur Banten Andra Soni mengaku, akan berkomitmen mewujudkan pendidikan gratis mulai dari SMA/SMK negeri hingga sekolah swasta. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah.
“Bapak Prabowo Subianto siapkan makan bergizi gratis di sekolah, saya siapkan sekolah gratisnya, biar SDM kita berkualitas,” kata Andra Soni, Selasa (17/9/2024).
Ketua DPD Gerindra Banten itu menilai pendidikan gratis sebagai salah satu solusi menekan tingkat pengangguran di Banten. Dengan akses pendidikan yang mudah, semua lapisan Masyarakat Banten dapat meningkatkan keterampilannya sesuai kualifikasi yang dibutuhkan di masa depan.
“Kita akan genjot invetasi ke Banten dan harus diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai. Maka dari itu pendidikan gratis kita laksanakan,”katanya.
Untuk mencapai hasil maksimal, lanjutnya, pendidikan gratis akan disertai dengan peningkatan kualitas. Selain pendidikan gratis, dirinya juga berkomitmen memberikan besiswa sarjana bagi anak-anak sekolah yang berprestasi.
“Kita juga akan terus melaksanakan pendidikan vokasi. Kita sudah memiliki balai-nya, kalau diperlukan kita tambah,” katanya.
Sementara itu, bakal calon Gubernur Banten yang diusung Golkar dan PDIP, Airin mengatakan bakal menggagas program Banten Cerdas pada bidang pendidikan. Program ini, kata dia, tidak hanya berkonsep sekolah gratis, tetapi juga strategi mewujudkan pendidikan untuk semua warga Banten yang lebih efektif.
Melalui program Banten Cerdas, Airin mengaku akan mendorong pemerataan pendidikan.
“Sekolah sudah gratis melalui program Bantuan Operasional Sekolah, maka tugas kita depan, berikan beasiwa untuk menunjang kebutuhan para siswa,” katanya.
Disampaikan Airin, masalah Banten bagian selatan, terutama Lebak dan Pandeglang adalah angka putus sekolah. Maka ke depan, lanjutnya, butuh beasiswa untuk menunjang operasional siswa. Sementara di bagian utara, Tangerang raya, daya tampung di sekolah negeri terbatas.
“Ada persoalan zonasi. Selain penambahan unit dan ruang kelas, kita buat skema beasiswa untuk siswa yang sekolah di swasta. Kita pastikan semua bisa sekolah tanpa terbebani biaya,” katanya.
Selain itu, Airin mengatakan masih ada persoalan di tenaga pengajar. Dari data yang dihimpun, ada 33 persen guru belum tersertifikasi. Kemudian 2,63 persen guru belum menempuh sarjana.
“Kita tingkatkan kualitasnya guru, melalui pelatihan dan lainnya. Kita juga sediakan beasiswa perguruan tinggi, prioritas untuk guru,” katanya.
Penulis:WR

