Temui Kapolda Banten, Mahasiswa Dorong Polri Netral di Pilkada
Serang, – Mahasiswa mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) netral dan memastikan Pilkada 2024 di Banten berjalan damai dan demokratis.
Dorongan itu disampaikan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung di Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang langsung mendatangi Kapolda Banten Irjen Pol. Suyudi Ario Seto di Mapolda Banten, Jumat 27 September 2024.
Saat dikonfirmasi, Juru bicara Aliansi BEM Banten Gymnastiar mengatakan, pertemuan dengan Kapolda Banten lebih fokus membahas seputar Pilkada. Menurutnya, mahasiswa ingin penegak hukum, terutama Polri untuk netral serta menjaga agar berjalan demokratis dan damai.
“Untuk pertemuan mahasiswa dengan Kapolda ada beberapa poin dibahas, yang pertama terkait seputar pilkada, mahasiswa menginginkan untuk menggelar deklarasi pilkada damai,” kata Gymnastiar kepada wartawan, Kamis (3/10/2014).
Menurutnya, mahasiswa kembali mengingatkan agar kepolisian tetap netral agar tercipta Pilkada yang kondusif.
“Dan meminta jika ada anggota kepolisian daerah Banten melakukan tindakan tidak netral, untuk bisa disanksi dengan tegas,” katanya.
Tidak hanya menyambangi Polda Banten, Gymnastiar mengatakan, Aliansi BEM juga menggelar deklarasi Pilkada Damai di Kampus Untirta Kota Serang, Rabu 2 Oktober 2024.
Hal ini kata dia, merupakan bentuk komitmen mahasiswa mendorong aparat negara dan penyelenggara Pilkada untuk bisa berkomitmen tidak mengotori jalannya Pilkada.
Pihaknya tidak ingin pejabat publik seperti aparatur sipil negara (ASN) hingga aparat penegak hukum (APH) ikut bertindak menguntungkan salah satu calon.
“Yang kita khawatirkan ketidaknetralan penyelenggara, ASN dan APH. Ini yang kita dorong agar berjalan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Mahasiswa juga membuka pos pengaduan bagi masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran. Selain juga akan ikut mensosialisasikan bahaya politik uang di Pilkada.
“Kita juga akan sosialisasi ke kabupaten kota terkait bahaya politik uang dan mempertegas pejabat publik harus netral,” katanya.
Terpisah, Kasubbag Renmin Biro Ops Polda Polda Banten, Kompol Dwi Hary mengatakan, Polri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan agar tidak terjadi perpecahan politik yang dapat menimbulkan kerusuhan di masyarakat.
Sebagai pengayom masyarakat, sikap anggota polisi diwajibkan netral dan tidak berpihak dengan cara mengarahkan serta memobilisasi untuk memenangkan salah satu kandidat di pesta demokrasi.
“Sikap Polri netral, seluruh jajaran aparat kepolisian di Polda Banten harus bersikap netral,” katanya.
Ia menegaskan bagi anggota polisi yang tidak netral akan diberikan sanksi mulai dari ringan, sedang hingga berat oleh pimpinan. “Jika ada yang melanggar akan diberi sanksi tegas,” katanya.
Penulis:WR

