Mahasiswa UNPAM Rancang Sistem Informasi Barang Milik Daerah di SD Negeri Ciceri
Serang – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kota Serang yang tengah menjalani Kuliah Kerja Praktek (KKP) melakukan inovasi dengan merancang Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Daerah (BMD) berbasis website di SD Negeri Ciceri. Langkah ini menjadi upaya konkret dalam mendukung digitalisasi tata kelola aset sekolah, kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Maret sampai 8 April 2025.
Perancangan sistem ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC), yaitu pendekatan bertahap dalam pembangunan perangkat lunak yang dimulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Dengan metode ini, mahasiswa dapat memastikan sistem yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pihak sekolah.
Selama ini, pencatatan aset atau barang milik daerah di SD Negeri Ciceri masih dilakukan secara manual. Hal ini sering kali menyebabkan kesalahan pencatatan, kesulitan dalam pencarian data, hingga keterlambatan pelaporan. Kehadiran sistem informasi berbasis web ini diharapkan bisa menjadi solusi atas berbagai kendala tersebut.
Sistem ini memungkinkan staf sekolah untuk mencatat barang masuk dan keluar, memantau kondisi barang, serta menghasilkan laporan secara otomatis dan real-time. Semua data tersimpan secara digital dan dapat diakses melalui perangkat komputer yang terhubung ke internet.

“Kami melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pihak sekolah untuk merancang sistem sesuai kebutuhan lapangan,” ujar Muhyan sebagai mahasiswa yang melaksanakan KKP. “Tujuannya agar sistem ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah.”
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap sistem ini dapat digunakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan aset sekolah dan mendukung transparansi dalam pelaporan barang milik daerah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UNPAM dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat, khususnya di sektor pendidikan. Selain memberikan pengalaman praktik langsung bagi mahasiswa, program ini juga membawa manfaat langsung bagi lembaga pendidikan yang menjadi mitra.
Dengan dukungan dan pendampingan yang tepat, sistem informasi ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain, sebagai bagian dari upaya modernisasi manajemen aset pendidikan di daerah.

