HeadlineNews

Pentingnya Skrining Paru untuk Deteksi Dini Penyakit Berbahaya

Bantenstory- Kesehatan paru-paru masih sering luput dari perhatian masyarakat, padahal organ ini memiliki peran vital dalam sistem pernapasan manusia. Paru-paru berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang sangat penting bagi kelangsungan hidup.

Dokter Spesialis Paru Eka Hospital Cilegon, Dr. Adhi Nugroho Latief, mengatakan berbagai penyakit paru dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat banyak orang baru menyadari penyakit ketika sudah memasuki tahap serius.

“Penyakit seperti kanker paru, tuberkulosis, hingga penyakit paru obstruktif kronis sering kali tidak menunjukkan gejala di awal. Karena itu, skrining paru menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini,” ujarnya.

Menurutnya, skrining paru merupakan serangkaian pemeriksaan medis yang bertujuan mendeteksi gangguan paru sebelum gejala muncul. Dengan deteksi dini, peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Skrining paru sangat dianjurkan bagi masyarakat dengan faktor risiko tinggi, seperti perokok aktif maupun mantan perokok berat, pekerja yang terpapar bahan kimia berbahaya, masyarakat yang sering terpapar polusi udara, hingga mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit paru.

Selain membantu menemukan penyakit lebih cepat, skrining paru juga dinilai mampu menjaga kualitas hidup pasien. Penanganan yang dilakukan sejak awal dapat mencegah kondisi berkembang menjadi lebih parah dan mengurangi risiko pengobatan jangka panjang.

Dalam proses skrining, terdapat beberapa jenis pemeriksaan yang umum dilakukan dokter untuk mengevaluasi kondisi paru-paru pasien.

Salah satunya adalah CT Scan dosis rendah atau low-dose CT scan yang dinilai efektif mendeteksi kanker paru sejak dini. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X dengan dosis radiasi lebih rendah dibanding CT scan biasa, namun tetap mampu menghasilkan gambar detail paru-paru.

“Metode ini dapat mendeteksi nodul kecil di paru dengan tingkat akurasi tinggi dan prosesnya juga cepat serta tidak menimbulkan rasa sakit,” kata Adhi.

Selain CT scan, pemeriksaan lain yang umum dilakukan adalah rontgen dada atau chest X-ray untuk melihat kondisi umum paru-paru dan mendeteksi infeksi maupun kelainan struktur.

Dokter juga dapat melakukan spirometri atau tes fungsi paru guna menilai kemampuan paru-paru dalam menghirup dan menghembuskan udara. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi gangguan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.

Sementara itu, bronkoskopi dilakukan menggunakan selang kecil berkamera yang dimasukkan melalui hidung atau mulut untuk melihat kondisi saluran napas secara langsung. Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi infeksi, tumor, sumbatan, maupun mengambil sampel jaringan bila diperlukan.

Ada pula pemeriksaan USG thorax yang menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi paru dan rongga dada secara real-time tanpa menggunakan radiasi.

Selain berbagai pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat merekomendasikan tes tambahan seperti pemeriksaan dahak untuk mengetahui adanya infeksi pada paru-paru pasien.

Dr. Adhi mengingatkan, menjaga kesehatan paru-paru tidak hanya melalui skrining rutin, tetapi juga dibarengi dengan pola hidup sehat seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, dan menghindari paparan polusi udara.

“Jika memiliki faktor risiko atau mulai mengalami gangguan pernapasan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis paru,” katanya.

Editor:GBK

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *