Gandeng APINDO, Gubernur Andra Soni Perkuat Daya Saing Industri Banten Lewat Sekolah Vokasi
TANGERANG – Pemerintah Provinsi Banten memperkuat sinergi dengan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing industri di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Banten dalam pengembangan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi berbasis kebutuhan industri.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Banten, Andra Soni, saat menghadiri CEO Gathering and Economy Outlook bersama pelaku usaha dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di PT Adis Dimension Footwear, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026).
Andra Soni mengatakan, pelaku usaha memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi riil yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Provinsi Banten. Karena itu, Pemprov Banten berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi yang erat dengan dunia usaha.
“Anggota APINDO merupakan pelaku ekonomi riil yang selama ini banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Saya melihat optimisme dunia usaha, salah satunya melalui dukungan terhadap pemerintah lewat program APINDODAYA,” ujar Andra.
Program APINDODAYA merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Banten dan APINDO Banten yang difokuskan pada pengembangan sekolah vokasi dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Ketua Harian DPP APINDO Banten, Kris R. Adidarma, mengatakan sekolah vokasi tersebut dirancang agar lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga dapat langsung terserap di sektor industri.
“APINDODAYA merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan APINDO Banten untuk menciptakan sekolah vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan sekolah dapat langsung bekerja di perusahaan,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pengelola Kawasan Industri Modernland Cikande telah menyediakan lahan seluas dua hektare untuk pembangunan sekolah vokasi berbasis industri.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan kehadiran sekolah vokasi itu diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banten.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan Forkopimda, Pemprov Banten berharap daya saing industri daerah terus meningkat, ketahanan ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika global, serta mampu menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten,” katanya.
Penulis:NM

