HeadlineNews

Pansel Tegaskan Demo Tak Pengaruhi Seleksi Direksi dan Komisaris Tiga BUMD Banten

SERANG – Panitia Seleksi (Pansel) Direksi dan Komisaris tiga BUMD milik Pemerintah Provinsi Banten menegaskan proses seleksi berlangsung independen dan tidak akan terpengaruh oleh dinamika politik, termasuk aksi demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang belakangan menyeret nama Gubernur Banten Andra Soni.

Isu yang berkembang menyebut aksi demonstrasi tersebut terjadi bertepatan dengan tahapan akhir seleksi Direksi dan Komisaris PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), PT Jamkrida Banten, dan PT Banten Global Development (BGD). Bahkan muncul dugaan aksi itu merupakan upaya untuk memengaruhi proses penentuan pejabat di tiga BUMD tersebut.

Menanggapi hal itu, anggota Pansel, Prof. Nata Irawan, memastikan seluruh proses seleksi tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

“Kami melakukan seleksi sesuai ketentuan,” kata Nata di Serang, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, penilaian peserta semata-mata didasarkan pada kompetensi dan integritas. Karena itu, ia meyakini aksi demonstrasi tidak akan memengaruhi keputusan Pansel maupun Gubernur Banten.

“Saya pikir Pak Gubernur juga tidak akan terpengaruh dengan adanya demo. Kami selaku Pansel akan memberikan hasil seleksi terbaik sesuai kompetensi dan integritas peserta,” ujarnya.

Terkait informasi adanya salah satu peserta seleksi yang disebut memiliki hubungan keluarga dengan salah seorang inisiator demonstrasi di Kemendagri, Nata mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Kami melakukan seleksi sesuai ketentuan. Yang pasti, kami tidak terpengaruh,” tegas mantan Penjabat Gubernur Banten itu.

Ia menambahkan, seluruh anggota Pansel, termasuk Ketua Pansel Deden Apriandhi dan Prof. Suwaib Amiruddin, berkomitmen menjaga integritas sehingga hasil seleksi tidak dapat dipengaruhi oleh kepentingan apa pun.

“Begitu juga dengan sekretariat Pansel,” katanya.

Nata juga mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang menerapkan mekanisme seleksi terbuka dalam pengisian jabatan Direksi dan Komisaris BUMD. Menurutnya, proses tersebut menjadi contoh penerapan tata kelola yang baik karena memberi kesempatan kepada peserta terbaik untuk bersaing secara profesional.

Sementara itu, Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan tidak ada ruang intervensi dalam proses seleksi.

“Yang bisa memengaruhi hasil seleksi, ya kompetensi para pesertanya,” kata Deden.

 

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *