News

Pemprov Siapkan Tarif Trans Banten Rp3.000-Rp5.000, Berlaku Tahun Ini

Serang, – Pemerintah Provinsi Banten mulai menyiapkan penerapan tarif untuk layanan bus Trans Banten yang selama ini masih digratiskan kepada masyarakat. Tarif yang diusulkan berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per penumpang.

Penerapan tarif tersebut ditargetkan mulai berlaku tahun ini. Namun, pemerintah masih menunggu penyelesaian revisi Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar hukum pemungutan pendapatan daerah serta penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai aturan pelaksananya.

Kepala Bidang Angkutan dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Banten, Verry Junanta, mengatakan dasar hukum penerapan tarif masih dalam proses.

“Kita sedang menunggu dasar penerapan tarifnya,” kata Verry, Rabu (19/8/2026).

Verry mengatakan revisi perda saat ini tengah diproses oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten. Setelah perda rampung, Pemprov Banten akan menyiapkan Pergub agar tarif dapat segera diterapkan.

“Tahun ini insya Allah perdanya berikut dengan pergubnya selesai, dan kita bisa langsung menerapkan tarif ini,” ujarnya.

Besaran tarif yang disiapkan berkisar Rp3.000-Rp5.000. Tarif tersebut rencananya berlaku bagi penumpang umum maupun pelajar.

Pendapatan dari tiket Trans Banten nantinya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan disetorkan langsung ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten.

“Jadi nanti penumpang wajib menggunakan kartu uang elektronik lewat pemindaian kode QRIS. Seluruh hasil pemungutan tarif ini tentunya akan langsung disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten,” kata Verry.

Pemprov Banten juga menyiapkan sumber pendapatan lain dari layanan Trans Banten. Pendapatan non-tiket akan diperoleh melalui pemasangan reklame di armada bus maupun halte serta penyewaan area komersial di halte utama.

“Pendapatan di layanan Trans Banten ini ada, pertama tiket, kedua non tiket. Nah satu kita bisa pasang reklame di bus baik di dalam maupun di luar, kedua iklan di halte, ketiga kalau sudah ada halte khusus untuk Trans Banten nanti di dalamnya ada commercial area yang disewakan,” tuturnya.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga Juli 2026, Trans Banten telah melayani sekitar 188 ribu penumpang. Selama periode tersebut, masyarakat masih dapat menggunakan layanan bus secara gratis.

Verry menyebut layanan gratis tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah layanan bus gratis ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat,” katanya.

 

Selain mengevaluasi jumlah penumpang, Dishub Banten juga menyoroti aspek keselamatan layanan. Hingga kini, Verry menyebut Trans Banten belum mengalami kecelakaan.

“Alhamdulillah kita masih zero accident, tidak terjadi kecelakaan jadi amanlah, dan kondisi nyaman juga di dalam bus,” ujarnya.

Jumlah armada Trans Banten juga bertambah dibandingkan masa uji coba pada awal 2025. Pada tahap awal, layanan hanya menggunakan dua bus berukuran sedang.

Tingginya permintaan pada waktu tertentu, terutama dari kalangan mahasiswa seperti mahasiswa Untirta, UIN, dan Unbaja, kemudian mendorong pengelola menambah armada.

Saat ini, empat bus besar dengan kapasitas sekitar 80 penumpang dioperasikan untuk mengantisipasi kepadatan pada jam kerja dan jam perkuliahan.

Pada hari kerja, Senin hingga Jumat, empat bus beroperasi dengan interval keberangkatan sekitar 30 menit. Sementara pada akhir pekan, dua bus dioperasikan dengan interval sekitar satu jam.

Pengaturan armada tersebut disesuaikan dengan tingkat permintaan penumpang agar biaya operasional tetap efisien.

“Tapi ketika nanti Sabtu-Minggu sudah ramai kita akan tambah lagi, karena kalau empat mobil di akhir pekan tapi penumpangnya sedikit kan sayang uang negara terbuang sia-sia, tidak efisien. Makanya sesuai kebutuhan kita siapkan,” ujarnya.

 

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *