HeadlineNews

Dokter Bedah Anak Ungkap 6 Kondisi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

CILEGON — Keluhan seperti sakit perut, muntah, perut kembung, atau anak tiba-tiba rewel sering dianggap sebagai kondisi biasa. Namun, pada sejumlah kasus, gejala tersebut dapat menjadi tanda kegawatdaruratan bedah yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis segera.

Dokter Spesialis Bedah Anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dito Desdwoanto B. S., M.Ked.Klin., Sp.BA., FUAPS, mengatakan orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kondisi anak, terutama bayi dan balita yang belum mampu menjelaskan keluhan secara jelas.

“Orang tua tidak perlu mendiagnosis sendiri. Yang penting adalah mengenali tanda bahaya dan tidak menunda membawa anak untuk diperiksa ketika kondisinya memburuk,” ujar dr. Dito.

Menurutnya, beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain usus buntu atau apendisitis, hernia terjepit, intususepsi, sumbatan usus, trauma akibat kecelakaan, serta kelainan bawaan yang membutuhkan tindakan bedah.

Pada kasus apendisitis, anak dapat mengalami nyeri perut, mual, muntah, demam hingga kehilangan nafsu makan. Sementara hernia terjepit biasanya ditandai benjolan yang terasa nyeri, keras dan tidak dapat masuk kembali, yang dapat disertai muntah.

Kondisi lain seperti intususepsi juga perlu diwaspadai. Salah satu bagian usus dapat masuk ke bagian usus lainnya sehingga menyebabkan sumbatan dan berpotensi mengganggu aliran darah ke usus.

Tanda bahaya yang perlu segera diperiksakan antara lain nyeri perut hebat atau semakin berat, muntah berulang, perut sangat kembung atau membesar, anak tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan, serta tidak dapat buang air besar maupun buang gas disertai keluhan berat.

Selain itu, anak yang mengalami kecelakaan atau benturan juga perlu mendapat perhatian. Perubahan kesadaran, muntah berulang, perdarahan, kesulitan bernapas, nyeri berat, atau perubahan perilaku setelah trauma merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.

dr. Dito menegaskan, mengenali tanda bahaya bukan berarti orang tua harus menentukan diagnosis sendiri. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

“Ketika ada gejala yang mengkhawatirkan, terutama jika nyeri semakin berat, muntah berulang, perut membesar atau kondisi umum anak menurun, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan orang tua untuk menghindari pengobatan sendiri yang berpotensi membuat pemeriksaan medis menjadi terlambat.

Dengan mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan ketika kondisi anak memburuk, risiko komplikasi akibat kegawatdaruratan bedah dapat ditekan dan anak dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.

Editor:GBK

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *