Kisah Sedih Warga Pulau Tunda yang Minim Layanan Faskes
SERANG – Masyarakat Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, kabupaten Serang masih mengeluhkan minimnya fasilitas kesehatan (Faskes) untuk masyarakat. Selain itu, tenaga kesehatan dan obat-obatan tidak memadai.
Jarak tempuh dan sarana transportasi juga menambah panjang persoalan yang dihadapi warga Pulau Tunda. Sobri, salah satu penduduk Pulau Tunda mengatakan sulitnya akses transportasi di Pulau Tunda tak jarang membuat masyarakat setempat yang sakit parah kesulitan mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
“Karena akses transportasi yang sulit sering ada yang tidak tertolong pas masih dalam perjalanan karena harus menempuh perjalanan 2 jam lebih dari sini ke darat,” ujar Sobri saat ditemui di Pulau Tunda pada Sabtu (18/6/2022) lalu.
Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu relawan kesehatan Pulau Tunda yang tergabung dalam Forum Peduli Kesehatan Ibu Dan Anak (Fopkia) Serang, Kemuning. Dirinya kerap beberapa kali mengalami kesulitan diantaranya keterbatasan listrik yang sangat berpengaruh pada fasilitas kesehatan.
“Pernah satu waktu bidan yang menangani kelahiran dengan kondisi malam dan tidak ada listrik, coba bayangkan. Selain itu kendala lain juga pada obat-obatan yang minim, transportasi yang sulit dan tenaga kesehatan yang tidak memadai karena hanya satu nakes (tenaga kesehatan) tapi harus menangani kurang lebih 2.000 orang. Bidan tentu kewalahan,” ujar Kemuning saat di temui di kediamannya.
Kepala Desa Wargasara, Hasyim menilai sulitnya akses kesehatan di Pulau Tunda diantaranya disebabkan tidak adanya ambulans laut. Padahal, dalam kondisi darurat dapat memberikan penanganan lebih cepat.
Hasyim juga berharap perhatian serius pemerintah terhadap fasilitas kesehatan di Pulau Tunda. “Sudah beberapa kali menghadap ke Bupati dan wakilnya, sampe ngotot-ngototan nggak dikasih, cuma basa-basi doang,” ujarnya.
Tim Jurnalis Warga

