News

Rencana Sekolah Berbasis Digital Yang Digagas Pemprov Banten Gagal

Serang, – Rencana Pemprov Banten untuk membuka Sekolah Terbuka tahun ini terpaksa harus diurungkan. Hal itu terjadi karena para orangtua enggan menyekolahkan anak mereka di Sekolah Terbuka.

“Sementara tahun ini belum bisa terlaksana batal,” kata Ketua Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa saat dikonfirmasi, Jumat (9/9/2022).

Semestinya, kata Yeremia, sekolah dengan metode pembelajaran secara digital itu sudah berjalan sebelum tanggal 31 Agustus 2022 lalu. Pemprov Banten telah menunjuk 14 sekolah sebagai percontohan untuk melaksanakan sekolah digital yang mulanya dirancang Sekolah Metaverse itu.

“Sebelum cut off dapodik semestinya kita buka satu sekolah untuk pionir sekolah terbuka pertama percontohan dengan mengambil anak-anak yang belum mendaftar di swasta dan punya potensi tidak sekolah tahun ini,” katanya.

Bahkan, Pemprov Banten telah sempat mengalokasikan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk bantuan subsidi pulsa bagi siswa yang mengikuti Sekolah Terbuka. Calon orang tua siswa tetap menolak karena beranggapan sekolah terbuka seperti Sekolah Kejar Paket.

“Padahal tidak ini status negeri dia menginduk di sekolah negeri induk. Cuma pola pembelajarannya di sesuaikan misalkan 70 persen di rumah 30 persen di sekolah induk,” katanya.

Hal tersebbut dibenarkan oleh Pj Sekda Banten M. Tranggono, dia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataannya, masih ada anak-anak yang tidak diterima di SMA/SMK negeri saat pendaftaran peserta didik baru (PPDB) dan belum bersekolah di sekolah swasta. Untuk itu, sampai pekan terakhir Agustus lalu, Pemprov masih menyiapkan Sekolah Terbuka.

Namun, lanjutnya, hingga batas akhir input data pokok pendidikan (Dapodik) pada 31 Agustus lalu, calon siswa justru ingin tetap masuk sekolah reguler. “Saya bilang tak bisa, karena sudah ada peraturannya. Ini kami siapkan sekolah berbasis digital yang sama dengan sekolah reguler, tapi mereka ingin sekolah reguler,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Tranggono, para siswa juga digratiskan pembiayaan di Sekolah Terbuka. “Semuanya sama. Hanya saja pembelajaran di Sekolah Terbuka berbasis digital,” tegasnya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *