Advertorial

Disnakertrans Kabupaten Serang Gencar Sosialisasikan Pencegahan Kasus TPPO

SERANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang gencar melakukan sosialisasi terkait dengan pencegahan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang belakangan marak terjadi dan menjadi atensi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Kepala Disankertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, S.H., M.M. mengatakan, sosoalisasi pencegahan dilakukan dengan sasaran Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) seperti siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) serta masyarakat umum yang dilaksanakan di Kecamatan Jawilan dan di Kecamatan Tirtayasa.

“Jumlah pesertanya untuk sekali sosialisasi 50 orang. Bahkan di Tirtayasa pesertanya ada perwakilan dari perusahaan penyalur,” ujar Diana, belum lama ini.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan sosialisasi itu pihak Disnakertrans Kabupaten Serang melibat Aparat Penegak Hukum (APH) sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri. “Dari situ kita beranggapan bahwa TPPO adalah masalah serius. Kita sosialisasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) prosedural untuk menghindari adanya percaloan dan sebagainya,” paparnya.

Dia mengungkapkan, respon masyarakat terhadap kegiatan sosialisasi tersebut cukup baik karena beberapa kesempatan kerja seperti di Arab Saudi sudah mulai dibuka, namun dengan sistem satu kanal atau satu pintu sehingga peluangnya sangat besar.

“Kemudian, Asia Pasifik juga ada kesempatan 1.000 orang perawat untuk ke Jerman maupun Korea. Beberapa orang sudah berangkat,” katanya.

Disnakertrans Kabupaten Serang pun bekerja sama dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk pengiriman PMI ke Malaysia yang bekerja di sektor manufaktur.

“Yang agak sulit ke perkebunan, di Malaysia itu banyak dibutuhkan, tapi pada enggak minat kerja di kelapa sawit. Mungkin mereka belum paham,” tuturnya.

Lalu, alasan masyarakat masih enggan bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit, karena mereka mendapat informasi terkait isu-isu PMI yang dipulangkan karena kecelakaan. Oleh karenanya, Disnakertrans meminta pihak perusahaan untuk membuat testimoni PMI yang sudah berhasil.

“Sosialisasinya sudah di Tunjung Teja dan di Cinangka. Banyak PMI yang sukses yang bekerja di sektor perkebunan. Itu yang ingin kita tonjokan. Apabila perlu saat sosialisasi kita tampilkan testimoninya,” pungkasnya.(adv)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *