Potret Buram Fasilitas Pendidikan di Pandeglang, Ribuan Kelas SD Dan SMP Rusak
Serang, – Belasan siswa SDN 2 Bojen di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang yang terpaksa menjalani proses belajar di atas teras tanpa sekolah tanpa meja dan kursi hanya salah satu potret nyata buramnya fasilitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang.
Pasalnya, masih ada ribuan ruang kelas di tingkat SD dan SMP di daerah yang berjuluk Kota Badak itu mengalami kerusakan, baik dalam kategori ringan, sedang, maupun rusak berat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang Nono Suparno menyampaikan pihaknya mencatat total jumlah ruang kelas di tingkatan SD yang mengalami rusak mencapai 4.421 unit. Dengan rincian, 1.948 kelas rusak ringan, 1.700 rusak sedang dan 773 rusak berat.
Sementara di jenjang SMP, lanjut Nono, ada sebanyak 982 ruang kelas dilaporkan rusak. Rinciannya, 524 unit mengalami rusak ringan, 326 rusak sedang dan 132 masuk dalam kategori rusak berat.
“Kerusakan ini tersebar di 115 SMP negeri, 58 SMP swasta, 850 SD negeri, dan 20 SD swasta di wilayah Pandeglang,” kata Nono, Selasa (20/5/2025) sore.
Nono menyampaikan, minimnya anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang menjadi kendala besar untuk melakukan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang. Sehingga, Disdikpora Pandeglang hanya mencicil sedikit demi sediki upaya penanganan sekolah rusak tersebut.
“Tahun ini untuk SD (rencana pembanguan dan perbaikan sekolah rusak) ada 24 lokasi dan SMP 19 lokasi,” katanya.
Kendati demikian, Nono mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya mengajukan permohonan bantuan dan rehabilitasi ruang kelas kepada pemerintah pusat dan provinsi. Ia berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pendidikan di daerah, khususnya di wilayah yang masih tertinggal dalam hal fasilitas belajar.
“Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya soal kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga tentang infrastruktur yang layak demi menunjang proses belajar yang optimal,” katanya.
Penulis:WR

