Diduga Keracunan MBG, Puluhan Santri Al Inayah Dilarikan ke Puskesmas
CILEGON — Sebanyak 49 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Inayah, Kota Cilegon, Banten, mengalami gejala keracunan makanan setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis, 16 April 2026.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 16.30 WIB, saat para santri mengonsumsi hidangan mie ayam yang dibagikan di lingkungan sekolah. Tak berselang lama, sekitar pukul 17.00 WIB, para siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah.
Kepala MTs Al Inayah, Hodiqotul Atfaliyah, mengatakan gejala muncul hampir bersamaan setelah makanan dikonsumsi.
“Anak-anak mulai merasa mual dan pusing tidak lama setelah makan,” ujar Hodiqotul saat ditemui di sekolahnya, Jumat, 17 April 2026.
Menurut dia, para santri yang mengalami gejala segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Dari total 49 siswa terdampak, 13 santri dirawat di Puskesmas Jombang dan 24 lainnya di Puskesmas Cibeber. Sisanya menjalani perawatan rawat jalan.
Menu yang dikonsumsi saat itu berupa mie ayam dengan tambahan pangsit dan tahu, serta buah naga sebagai pelengkap. Makanan tersebut, kata Hodiqotul, telah dikirim ke sekolah sejak pukul 10.00 WIB sebelum akhirnya dibagikan kepada siswa pada sore hari.
Salah satu santri, Marhatun Khasanah, mengaku merasakan gejala tak lama setelah menyantap hidangan tersebut.
“Awalnya makan mie ayam, tapi beberapa menit kemudian rasanya tidak enak. Kepala pusing, mual, lalu muntah,” katanya.
Selain mie ayam, pihak sekolah menyebut sebelumnya para siswa juga sempat menerima menu lain dari program serupa, seperti spageti dan burger.
Hingga berita ini ditulis, pihak penyedia makanan dalam program MBG yang diduga terkait dengan kejadian tersebut belum memberikan keterangan resmi.
Editor :GBK

