News

Tampang 400 Ton Sampah Tangsel, Teknologi TPA Cilowong Dinilai Sudah Jadul

Serang, – Sebanyak 400 ton sampah per hari dari Kota Tangerang Selatan akan di buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong Kota Serang.

Kerjasama antara Kota Serang dan Tangerang Selatan soal pengolahan sampah itu pun menjadi sorotan berbagai pihak. Sebab, berpotensi menimbulkan masalah baru jika tidak disertai perencanaan dan teknologi yang tepat

Aktivis lingkungan dari Rekonvasi Bhumi NP Rahadian mengatakan, TPA milik Pemerintah Kota Serang itu masih memiliki potensi terjadi bencana longsor besar dan ekologi karena hanya dijadikan sebagai penampungan. Bahkan, sejauh ini teknologi yang digunakan masih minim di TPA Cilowong. Perlu ada penerapan teknologi pengolahan sampah yang baik misalkan yang menghasilkan sumber energi listrik.

“Jika Pemkot Serang hanya berfikir mendapatkan keuntungan ekonomi dari menampung sampah Tangsel sebanyak 400 ton itu dengan metode pengelolaan seperti saat ini, sama dengan mengundang masalah, baik ekologi maupun kebencanaan,” kata Nana saat dikonfirmasi, Senin (25/1/2021).

Dia pun menyoroti teknokogi incinerator yang akan digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang untuk pengolahan sampah di TPA Cilowong kedepan. Menurut Nana, incinerator itu teknologi pengolahan sampah yang mulai ditinggalkan di beberapa negara maju karena debu bekas bakaran yang tidak terlihat, rawan akan menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan terutama terhadap anak-anak.

“Tumpukan abu bekas bakaran juga memerlukan ruang yang bisa diterbangkan angin kemana-mana, tetapi yang paling penting pemkot serang harus menjamin tidak ada sampah yang masuk dalam kategori B3 dari sampah Tangsel,” katanya.

Nana menuturkan, harus ada metode pengelolaan sampah yang lebih baik dan lebih modern. Misalnya, peluang untuk sampah tersebut menjadi sebagai sumber energi listrik yang juga memiliki peluang ekonomi bagi daerah.

“Dengan memanfaatkan sampah sebagai energi, cilowong tidak sekedar menjadi tempat pembuangan sampah, tetapi akan dikelola secara baik, yang mampu meminimalisir dampak buruk dari penampungan itu,” katanya.

Penulis:WR

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *